Banner Honda PCX

Ahli BMKG: Meramal Gempa di Indonesia Ibarat Berburu di Kebun Binatang!

Ahli BMKG: Meramal Gempa di Indonesia Ibarat Berburu di Kebun Binatang!

Kerusakan pasca gempa dengan kekuatan 6,3 Magnitudo di Sarmi, Papua, 12 Agustus 2025 lalu.-Tangkapan layar IG@daryonobmkg-

JAKARTA, PALPRES.COM -  Meramal terjadinya gempa di Indonesia, bisa diibaratkan berburu di kebun binatang.

Hal itu karena di Indonesia saking banyaknya sumber gempa, dan kejadian gempa yang sangat banyak.

Demikian ditegaskan oleh Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Daryono, S.Si., M.Si dalam unggahan di akun di X @ daryonobmkg 4 September 2025.

Menurut Daryono, pada sepanjang 2025 saja terjadi sebanyak 4.071 gempa bumi di Indonesia.

BACA JUGA:Gempa Magnitudo 3.8 Guncang Jayawijaya Papua, Cek Episentrum dan Kedalamannya Disini

BACA JUGA:Gempa Magnitudo 4.3 Pagi Ini Guncang Maluku Tenggara Barat, Tak Berpotensi Tsunami

131 Gempa Sehari

“Terjadi 131 gempa dalam sehari,” ujar Daryono.

Karenanya, tegas Daryono, peramal sebaiknya mencoba memprediksi gempa berkekuatan besar, seperti M6, M7, M8 dan M9. 

“Janganlah memprediksi gempa-gempa kecil, karena tanpa diramalpun akan terjadi,” ungkap Daryono.

BACA JUGA:4.071 Gempa Guncang Indonesia pada Agustus 2025, 3 Bersifat Merusak

BACA JUGA:Gempa Magnitudo 4.7 Guncang Memberamo Raya Papua, Tak Berpotensi Tsunami

Daryono mengatakan, jika gempa dapat diprediksi tentunya para pakar gempa di dunia sudah membuat tabel prediksi kapan dan dimana saja gempa akan terjadi. 

“Pada kenyataannya, belum ada dan belum mereka lakukan? 


Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Daryono, S.Si., M.Si -IG@daryonobmkg-

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: