Banner Honda PCX

Lebanon ‘Parkir Bus’, Timnas Indonesia Petik Pelajaran Berharga

Lebanon ‘Parkir Bus’, Timnas Indonesia Petik Pelajaran Berharga

Timnas Lebanon menerapkan pola ‘parkir bus’ saat menghadapi Timnas Indonesia, dalam ajang FIFA Matchday-pssi.org-

SURABAYA, PALPRES.COM – Timnas Lebanon menerapkan pola ‘parkir bus’ saat menghadapi Timnas Indonesia, dalam ajang FIFA Matchday yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, tadi malam.

Selain menerapkan startegi ‘negatif football’, Timnas Lebanon juga menampilkan gaya permainan keras menjurus kasar yang full drama ala Timur Tengah.

Hasilnya dengan formasi 5-3-2 yang diterapkannya, Lebanon berhasil menahan gempuran pemain-pemain Timnas Indonesia, yang sebagian besar didominasi pemain naturalisasi asal Belanda.

Skor Kacamata

BACA JUGA:Full Power! Kluivert Bakal Turunkan Timnas Indonesia Terkuat Hadapi Lebanon?

BACA JUGA:Kalahkan Macau 5-0, Timnas U-23 Buka Peluang Lolos ke Arab Saudi

Hingga laga berakhir, skor kacamata 0-0 tidak berubah.

Dalam laga ini, Timnas Indonesia memetik pengalaman berharga jelang bertarung dalam partai hidup mati Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang akan berlangsung Oktober 2025 di Arab Saudi.

Berhadapan dengan Lebanon yang berasal dari Timur Tengah, sama dengan calon lawan Timnas di Round 4 Piala Dunia 2025 yakni Arab Saudi dan Irak, Garuda paling tidak bisa merasakan gaya ‘khas’ negeri-negeri di kawasan Teluk tersebut.

Memang negara-negara di kawasan Timur Tengah dalam bermain bola, terkenal kerap memainkan trik-trik yang mencederai sportivitas.


Puluhan ribu suporter tampak memadati Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, untuk memberi dukungan pada Timnas Indonesia.-pssi.org-Timnas Indonesia

BACA JUGA:RESMI! Gelandang Serang Timnas Indonesia Marselino Ferdinan Dipinjamkan ke Klub Liga Slovakia

BACA JUGA:Timnas Indonesia Cukur China Taipei 6-0, Momen ‘Kembalinya’ Nathan Tjoe A-On

Mulai dari bermain keras menjurus kasar, memainkan ‘negatif football’, hingga menampilkan drama-drama di lapangan.

Seperti mengulur-ulur waktu, memancing emosi lawan, hingga kerap berguling-guling di lapangan usai terlibat kontak dengan pemain lawan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: