Banner Honda PCX

Songket Behembang Lingge, Warisan Desa Lingga yang Dibangkitkan Yenny Bersama PTBA

Songket Behembang Lingge, Warisan Desa Lingga yang Dibangkitkan Yenny Bersama PTBA

Songket Behembang Lingge, Warisan Desa Lingga yang Dibangkitkan Yenny Bersama PTBA-PTBA-

MUARA ENIM, PALPRES.COM – Siapa sangka dari sebuah niat sederhana, lahirlah gerakan besar yang mampu mengubah wajah desa.

Yenny Puspitasari, ibu rumah tangga asal Desa Lingga, Muara Enim, kini dikenal sebagai Ketua Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Songket sekaligus sosok di balik lahirnya Songket Behembang Lingge.

Kisah ini dimulai pada tahun 2016, ketika Yenny bersama ibu-ibu PKK bertekad mencari jalan untuk menambah penghasilan keluarga.

Harapan itu disambut oleh dukungan penuh dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui program CSR, mulai dari penyediaan alat tenun, benang, hingga guru pembimbing.

BACA JUGA:Wabup Muba Hadiri Pengajian Akbar Maulid Nabi dan HUT Desa Berlian Makmur ke-44

BACA JUGA:PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Bergerak Menghijaukan Pesisir Lampung, Tanam 10.000 Mangrove di Lampung Timur

“Bagi kami, menenun bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga menjaga sejarah dan identitas desa,” ungkap Yenny.

Ciri Khas Kain dengan Jejak Sejarah

Songket Behembang Lingge berbeda dengan songket Palembang pada umumnya.

Setiap motifnya sarat makna sejarah desa. Motif utama seperti Bunga Rosela, Bunga Kertas, dan Bunga Tanjung menjadi ciri khas tersendiri.

BACA JUGA:Revitalisasi Aset Bersejarah: PTBA Luncurkan Ombilin Heritage Hotel di Sawahlunto

BACA JUGA:PTBA dan UGM Luncurkan Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Dukung Swasembada Pangan Nasional

Bahkan, motif Bunga Tanjung telah resmi mendapatkan hak paten pada tahun 2024.

Dalam setiap helai tenun, terselip simbol-simbol tradisi, mulai dari kujur, keris, hingga gung yang mencerminkan perjalanan Desa Lingga.

Ramah Lingkungan dan Bernilai Tinggi

Inovasi menjadi langkah berikutnya. SIBA Songket beralih dari pewarna sintetis ke pewarna alami. Daun jambu, kunyit, secang, hingga pinang kini digunakan untuk menghasilkan warna khas sekaligus ramah lingkungan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: