Penyakit Super Flu Serang Indonesia, Kemenkes RI Ingatkan Hal Ini
Ilustrasi penyakit super flu serang Indonesia-pixabay-
PALPRES.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjelaskan terkait situasi super flu di Indonesia.
Hingga akhir Desember 2025, penyakit yang secara medis disebut dengan Influenza A (H3N2) subclade K ini masih pada kondisi terkendali.
Ya, tak ada peningkatan tingkat keparahan jika dibandingkan dengan clade ataupun subclade influenza yang lain.
Seperti diketahui, fenomena super flu ini sempat ramai diperbincangkan masyarakat di Indonesia.
BACA JUGA:Bukan Hanya Gaji, PMK Terbaru Resmi Atur Uang Tambahan PNS 2026
BACA JUGA:Mencekam! Detik-detik Pengendara Tol Prabumulih Kejar Pelaku Lempar Batu di Semak Belukar
Kemenkes RI juga telah mengkonfirmasi bahwa penyakit super flu ini terdeteksi masuk di Indonesia sejak tanggal 25 Desember 2025.
Prima Yosephine selaku Direktur Penyakit Menular Kemenkes Indonesia menjelaskan, peningkatan kasus influenza A (H3) secara global mulai terpantau di negara Amerika Serikat (AS) sejak tahun 2025 lebih tepatnya pada minggu ke-40.
Subclade K sendiri dulunya diidentifikasi pertama kali oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS pada sekitar bulan Agustus 2025.
“Berdasarkan penilaian dari WHO dan juga data epidemiologi, influenza A (H3N2) subclade K tak memperlihatkan peningkatan tingkat keparahan.
BACA JUGA:RESMI DIBUKA! Cek Formasi, Persyaratan dan Jadwal Lengkap Seleksi PPPK 2026
BACA JUGA:Hari Ini KUHP dan KUHAP Baru Mulai Berlaku, Henri Subiakto: Hati-hati Berkomentar di Medsos!
Gejala yang timbul umumnya mirip dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri tenggorokan,” kata dr Prima.
Di benua Asia, subclade K dilaporkan di beberapa negara, yakni Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Singapura, serta di Thailand sejak bulan Juli tahun 2025.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
