Tanpa Bor Sumur Baru! Strategi Pertamina Prabumulih Berhasil Dongkrak Produksi LPG hingga 85 MTD
Tanpa Bor Sumur Baru! Strategi Pertamina Prabumulih Berhasil Dongkrak Produksi LPG hingga 85 MTD--
PRABUMULIH, PALPRES.COM - PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field menuntaskan Project Perubahan Pola Operasi Penyaluran Gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala melalui Stasiun Pengumpul Gas (SKG-X) Prabumulih Barat menuju LPG Plant Limau Timur.
Sebagai tindak lanjut proyek tersebut, PEP Prabumulih Field melaksanakan penyaluran perdana gas dari ketiga struktur tersebut ke LPG Plant Limau Timur.
Proyek ini adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi Roadmap Swasembada Energi, khususnya di bidang Migas dan LPG.
Dengan adanya penyaluran ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pasokan bahan baku LPG domestik, yang secara langsung berdampak pada ketersediaan energi bagi masyarakat.
BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Raih Rating ESG A, Perkuat Komitmen Keberlanjutan Menuju NZE 2060
BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Suplai Avtur Perdana di Bandara Notohadinegoro Jember
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menghadiri acara peresmian penyaluran tersebut. Djoko mengapresiasi langkah PEP karena memiliki makna strategis, bukan hanya bagi operasi dan kinerja perusahaan, tetapi juga bagi kepentingan nasional.
General Manager Zona 4, Djudjuwanto, menegaskan bahwa penyaluran perdana gas ini merupakan bukti nyata peran Pertamina dalam menjaga pasokan energi nasional.
“Penyaluran perdana gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala ke LPG Plant Limau Timur adalah wujud nyata komitmen Pertamina dalam memastikan energi dalam negeri tersedia dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan LPG domestik,” ujar Djudjuwanto.
Ia menambahkan, perubahan pola operasi penyaluran gas dilakukan untuk menjaga keandalan produksi dan memastikan sistem penyaluran berjalan stabil dan aman.
BACA JUGA:Pertapreneur Aggregator, Strategi Pertamina Bangun UMKM Pangan Berdaya Saing
BACA JUGA:Pertamina dan Kemenhut Jalin Kerja Sama Strategis Optimalkan Fungsi KHDTK
Struktur Gunung Kemala menjadi kontributor utama produksi gas, dengan dukungan Struktur Tundan dan Prabumulih Barat yang menjaga keseimbangan sistem penyaluran secara terintegrasi.
Optimalisasi penyaluran gas ini memungkinkan Pertamina mempertahankan kinerja produksi di tengah tantangan lapangan migas yang matang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan energi impor.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

