Banner Honda PCX

Jalan Santai Kini Lebih Seru, Pedestrian Lubuklinggau Jadi Spot Nongkrong Baru

Jalan Santai Kini Lebih Seru, Pedestrian Lubuklinggau Jadi Spot Nongkrong Baru

Jalan Santai Kini Lebih Seru, Pedestrian Lubuklinggau Jadi Spot Nongkrong Baru--

LUBUKLINGGAU, PALPRES.COM- Siapa sangka, Kota Lubuklinggau kini punya sudut kota yang bikin betah jalan kaki. Kota yang dulu dikenal sebagai tempat singgah, pelan-pelan berubah wajah dan mulai mencuri perhatian sebagai destinasi wisata urban.

Salah satu daya tarik terbarunya adalah pedestrian di pusat kota.

Suasananya kerap disebut mirip Malioboro, Yogyakarta. Saat sore berganti malam, kawasan ini mendadak hidup.

Lampu-lampu kota menyala, warga berdatangan, dan suasana pun terasa hangat serta ramai.

BACA JUGA:Serentak Se-Sumsel! Kejati dan Kejari Kompak Canangkan Zona Integritas Menuju WBBM

Pedestrian ini bukan hanya soal berjalan kaki. Banyak orang datang untuk sekadar nongkrong santai, menikmati udara malam, hingga berburu foto estetik untuk diunggah ke media sosial. Setiap sudutnya terasa pas untuk jadi latar foto.

Desain pedestrian dibuat modern dan kekinian. Sentuhan lampu artistik, ornamen unik, serta tata ruang yang nyaman membuat kawasan ini cepat menjadi ruang publik favorit.

Jalan-jalan malam di Lubuklinggau kini punya rasa yang berbeda.

Beberapa titik bahkan sudah dikenal sebagai spot hits. Mulai dari Simpang RCA, Simpang Lapter, kawasan Kayu Ara, depan Kantor Pemkot Lubuklinggau, hingga area Taman Inflasi. Tak heran jika banyak pengunjung betah berlama-lama di sini.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lubuklinggau, Febrio Fadillah, kepada wartawan mengatakan pedestrian ini dibangun sebagai bagian dari upaya mempercantik kota sekaligus memperkuat identitas Lubuklinggau.

“Kalau respons masyarakat terus positif, jalur dari Simpang RCA sampai Lapangan Merdeka juga akan kita kembangkan. Nantinya akan ada sentuhan batik khas Lubuklinggau sebagai ciri lokal,” jelasnya.

Menurutnya, konsep pedestrian ini terinspirasi dari kota-kota wisata seperti Bandung dan Palembang, namun tetap disesuaikan dengan karakter lokal agar punya keunikan sendiri.

Kini, Lubuklinggau tak lagi sekadar kota persinggahan. Jalan santai di pedestrian, menikmati gemerlap lampu kota, hingga mengabadikan momen di spot-spot instagramable, menjadi pengalaman baru yang sayang untuk dilewatkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: