Memanas! Ratusan Warga Telatang Lahat Geruduk PT WBK, Tuntut Hak Ring 1
Perwakilan masyarakat asal Desa Telatang, Kecamatan Merapi Barat geruduk kantor PT WBK.--
LAHAT, PALPRES.COM - Ratusan warga Desa Telatang, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat tergabung dalam berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda hingga orang dewasa, mengeruduk serta mengelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT WBK site PT MAS.
Nah, aksi damai ini dipicu tiada lain dugaan ketidakadilan dalam proses rekrutmen tenaga kerja yang dinilai mengabaikan hak warga lokal masuk dalam wilayah Ring 1.
Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa berdasarkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) PT WBK site MAS, Desa Telatang secara resmi tercantum sebagai wilayah Ring 1 bersama Merapi dan Muara Maung.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan prosedur rekrutmen tidak berjalan sesuai kesepakatan yang berlaku.
BACA JUGA:Geger di Tepian Sungai Lematang! Buaya 3 Meter Muncul Dekat Jembatan Lematang II
"Kami menuntut hak kami. Di dalam dokumen AMDAL jelas tertera Desa Telatang adalah Ring 1. Namun, prosedur yang diterapkan saat ini sangat tidak transparan dan cenderung merugikan warga kami," ujar Ketua Karang Taruna Desa Telatang, Andre, Senin, 16 Februari 2026.
Selain masalah transparansi, massa juga menyoroti adanya dugaan intervensi dari pihak ketiga yang mengganggu objektivitas rekrutmen.
Warga mendesak agar perusahaan kembali ke aturan dasar dan tidak membiarkan pihak luar ikut campur dalam penentuan tenaga kerja lokal.
"Jangan sampai mereka (PT WBK) terpengaruh oleh pihak luar yang membuat kerugian, mengingat perjanjian bahwasanya rekrutmen tenaga kerja memprioritaskan warga berada di ring 1," imbau dia.
BACA JUGA:Lahat Bebas Debu! Peresmian Jalan Hauling Akhiri Penantian 18 Tahun Masyarakat Merapi Area
BACA JUGA:Gebrakan Baru PKK Desa Banjarsari: Siap Bangkitkan Roda Perekonomian Hingga Lapisan Bawah
Aksi yang berjalan tertib namun tegas ini dikomandoi langsung oleh Karang Taruna Desa Telatang.
Ketua Karang Taruna menyatakan bahwa aksi hari ini merupakan peringatan bagi pihak manajemen perusahaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
