Terkuak! Ini Penyebab Gempa M5,7 di Perairan Buol Sulteng Menurut BMKG
Gempa bumi Magnitudo 5,7 mengguncang Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), 19 Februari 2026, sekitar pukul 07:26:15 WIB-bmkg.go.id-
SULTENG, PALPRES.COM – Gempa bumi Magnitudo 5,7 mengguncang Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), 19 Februari 2026, sekitar pukul 07:26:15 WIB.
Gempa tersebut termasuk jenis gempabumi dangkal.
Demikian dijelaskan Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc, dalam siaran persnya di laman website BMKG.go.id, 19 Februari 2026.
Menurut Rahmat Triyono, dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6.
BACA JUGA:Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Buol Sulteng Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami
BACA JUGA:Rentetan Gempa Guncang Indonesia, Bolaang Uki Sulut Terkuat Magnitudo 5,0
“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,52° LU ; 122,21° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 109 Km arah barat laut Gorontalo Utara, Gorontalo pada kedalaman 31 km,” ujar Rahmat Triyono.
Dipicu Deformasi Lempeng Sulawesi
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, menurut Rahmat Triyono, gempabumi yang terjadi di Buol tersebut merupakan jenis gempabumi dangkal.
“Gempa tersebut disebabkan adanya aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Sulawesi.
BACA JUGA:Gempa 4,9 Magnitudo Pagi Ini Guncang Kepulauan Aru, Tak Berpotensi Tsunami
BACA JUGA:Gempa Magnitudo 4,2 Pagi Ini Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme mendatar naik (oblique thrust),” ungkapnya.
Getaran Terasa hingga Gorontalo dan Manado
Masih menurut Rahmat Triyono, gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Buol, Gorontalo dengan skala intensitas IV MMI.
Dimana getaran itu dirasakan pada siang hari oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
