Pemkab Muba
Banner Honda PCX

‎Berantas Kejahatan Digital, PWI OKI Dukung Sinergitas Polda Sumsel dan OJK

‎Berantas Kejahatan Digital, PWI OKI Dukung Sinergitas Polda Sumsel dan OJK

PWI OKI dukung sinergitas Polda Sumsel dan OJK berantas kejahatan digital -palpres.com -

KAYUAGUNG, PALPRES.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyatakan dukungan atas sinergitas Polda Sumsel dan OJK.

Dukungan ini disampaikan Ketua PWI OKI Idham Syarief berkaitan dengan pemberantasan penipuan digital dan investasi bodong di berbagai daerah.

Saat menerima kunjungan Tim Kejahatan Siber Polda Sumsel, Idham Syarief didampingi Sekretaris Maniso menyatakan dukungannya, Senin 9 Maret 2026.

‎Dapam pertemuan singkat tersebut, tidak sekadar silaturahmi kelembagaan, tetapi menjadi penyampaian program Polda Sumsel yang telah bersinergi dengan OJK.

BACA JUGA:Jawab Keluhan Warga, Bupati Muba Langsung Perbaiki Jalan Strategis di Kecamatan Lawang Wetan

BACA JUGA:Safari Ramadan Jadi Ajang Pemkab OKI Serap Aspirasi dan Salurkan Bantuan

Hal ini guna merespons eskalasi kejahatan keuangan digital, termasuk modus penipuan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pinjaman online ilegal, serta investasi bodong yang berdampak luas terhadap masyarakat.

‎“Kami mendukung penuh Gerakan Sumsel Berantas Scam.

Kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas, Polda Sumsel semoga dapat melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan digital,” ungkap pria yang disapa Ata tersebut.

‎Menurutnya, langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat perlindungan konsumen sektor jasa keuangan serta menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.

BACA JUGA:Jangan Khawatir! Bulog Lubuklinggau Jamin Stok Beras Cukup 6 Bulan

BACA JUGA:Fokus Benahi Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Pemkab Muba Usulkan BKBK Provinsi Sumsel Sebesar Rp632 Miliar

‎Dengan kesepakatan kedua institusi Polda dan OJK bahwa literasi keuangan masyarakat serta penguatan kapasitas penyidik menjadi prioritas utama.

‎"Saya sangat mendukung mengingat meningkatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam modus penipuan digital.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait