Pemkab Muba
Banner Honda PCX

Mewujudkan Visi WHO: Jalan Taiwan Menuju Pemberantasan Hepatitis C

Mewujudkan Visi WHO: Jalan Taiwan Menuju Pemberantasan Hepatitis C

Dr. Chung-Liang Shih, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan,--SMSI

TAIWAN, PALPRES.COM - Selama beberapa dekade hepatitis C telah menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat global, dengan sekitar 58 juta orang hidup dengan infeksi kronis di seluruh dunia.

Dijelaskan Dr. Chung-Liang Shih, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, meskipun belum tersedia vaksin, hepatitis C kini dapat disembuhkan melalui terapi antivirus kerja langsung (direct-acting antivirals/DAA) yang sangat efektif, dengan durasi pengobatan hanya 8–12 minggu.

Menyadari peluang ini, menurut Chung-Liang Shih, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan Deklarasi Glasgow tentang Hepatitis Virus pada 2015, dengan target ambisius untuk memberantas hepatitis virus sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030.

“Sejalan dengan Guidance for Country Validation of Viral Hepatitis Elimination dari WHO serta kerangka Path to Elimination (PTE), Taiwan telah mencapai target programatik Tingkat Emas (Gold Tier) untuk pemberantasan hepatitis C,” ujar Chung-Liang Shih.

BACA JUGA:Forum Global di New York, Taiwan Pamer Capaian Kesetaraan Gender

BACA JUGA:Transformasi STKIP jadi Universitas, Ada 7 Prodi Unggulan dan Peluang Beasiswa ke Taiwan!

Pencapaian ini, lanjut Chung-Liang Shih, mencerminkan komitmen politik yang kuat serta integrasi sistematis upaya pencegahan, skrining, diagnosis, dan pengobatan hepatitis dalam sistem layanan kesehatan universal.

Melalui Layanan Kesehatan Preventif Dewasa untuk hepatitis B dan C, serta cakupan terapi DAA dalam program Asuransi Kesehatan Nasional, Taiwan telah memperluas akses terhadap skrining dan pengobatan secara signifikan.

Kebijakan ini secara efektif mengurangi hambatan finansial dan struktural dalam memperoleh layanan kesehatan. 

“Hingga Juni 2025, diperkirakan 90,2 persen individu dengan hepatitis C kronis di Taiwan telah terdiagnosis, dan 92,6 persen dari mereka yang terdiagnosis telah menerima pengobatan DAA, melampaui tolok ukur Gold Tier WHO PTE,” paparnya.

BACA JUGA:Inilah Komitmen National Dong Hwa University Mewujudkan Taiwan Ramah PMI

BACA JUGA:Taiwan Technical Mission Rayakan 49 Tahun Kerja Sama Pertanian Taiwan-RI

Pencegahan dan keselamatan pasien tetap menjadi pilar utama dalam pemberantasan hepatitis C.

Taiwan memiliki tingkat keamanan 100 persen untuk kualitas transfusi darah dan suntikan medis. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: smsi