Pemkab Muba
Banner Honda PCX

Alasan Aneh Real Madrid Menggugat La Liga

Alasan Aneh Real Madrid Menggugat La Liga

Florentino Perez sekali lagi membuat gebrakan dengan alasan yang aneh di La Liga. --IG/@24saatgazetesi

PALPRES.COM - Real Madrid menggugat La Liga. Perseteruan kali ini terkait protokol baru liga untuk mencegah dan mengatasi kasus diskriminasi, kekerasan, atau pelecehan.

Proposal baru ini merupakan bagian dari upaya liga untuk menindak tegas semua bentuk pelecehan, memastikan lingkungan yang aman bagi penggemar dan pemain di stadion sepak bola.

Presiden La Liga Javier Tebas, yang dikenal sebagai musuh bebuyutan presiden Real Madrid Florentino Perez, memimpin inisiatif ini dengan dukungan dari tokoh-tokoh terkemuka lainnya di liga utama Spanyol, serta Kepolisian Nasional.

Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska juga mendukung perubahan tersebut, dengan meyakinkan bahwa “Komisi Negara Anti Kekerasan dalam Olahraga sedang berupaya mereformasi undang-undang anti kekerasan, rasisme, xenofobia, dan intoleransi dalam olahraga, yang berlaku sejak 2007, untuk memperkuat penuntutan terhadap kelompok ultras dan meningkatkan keamanan di sekitar stadion.”

BACA JUGA:Manajer Arsenal Menyalahkan Keputusan Wasit Merugikan dalam Perebutan Liga Premier

BACA JUGA:Liga Premier Manchester United vs Brentford: Melanjutkan Ambisi Menuju Kualifikasi Liga Champions

Protokol ini terdengar seperti hal yang mudah untuk didukung oleh Real Madrid, terutama mengingat upaya tak kenal lelah klub tersebut untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang melakukan tindakan rasisme terhadap Vinicius Junior.

Namun, raksasa Spanyol itu tampaknya telah mengambil pendekatan yang justru sebaliknya, yang sekali lagi dapat diselesaikan di pengadilan.

Mengapa Real Madrid Menggugat La Liga Terkait Protokol Anti-Diskriminasi

Real Madrid mengajukan gugatan yang meminta pembatalan inisiatif yang disepakati liga, yang dicapai oleh Komisi Delegasi La Liga pada 20 Februari 2026.

BACA JUGA:AC Milan 0-0 Juventus: Hasil Imbang Membuka Peluang Tim Pesaing Merebut Tiket Liga Champions

BACA JUGA:Torino 2-2 Inter: Tuan Rumah Bangkit Menggagalkan Calon Juara Liga Serie A

Juara Eropa 15 kali itu berpendapat bahwa pedoman baru tersebut “harus tersedia bagi klub untuk berlangganan secara sukarela, dan La Liga telah mengubahnya menjadi sistem paksaan yang memaksa klub untuk menerapkannya.”

Oleh karena itu, klub tampaknya tidak memiliki masalah dengan protokol itu sendiri atau niat di baliknya, tetapi lebih pada fakta bahwa liga memberlakukannya tanpa persetujuan tim.

Los Blancos juga sudah memiliki protokol mereka sendiri, yang dapat menjadi alasan lain untuk menolak mandat di seluruh liga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: