Tembus 5.000 Unit! Herman Deru Ceritakan Rahasia di Balik Suksesnya Program Rumah Tahfiz Sumsel kepada Menag
Tembus 5.000 Unit! Herman Deru Ceritakan Rahasia di Balik Suksesnya Program Rumah Tahfiz Sumsel kepada Menag.-Humas Prov Sumsel-
PALEMBANG, PALPRES.COM — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru mengungkap perjalanan berbagai program keagamaan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sumsel saat menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Cheng Ho Jakabaring, Palembang, Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.
Dalam sambutannya, Herman Deru memaparkan lahirnya Program P2UKD yang dibentuk setelah penghapusan P3N pada 2014 lalu.
Ia mengatakan, program tersebut berawal dari keprihatinannya saat berkeliling desa dan menemukan banyak mantan petugas keagamaan yang tidak lagi memiliki ruang pengabdian di masyarakat.
BACA JUGA:Momen Bersejarah, PT KBE Salurkan 336 Paket Sembako Bagi Warga di Hadapan Gubernur Sumsel
Karena itu, Pemprov Sumsel kemudian mengangkat mereka melalui Program P2UKD untuk membantu pelayanan keagamaan hingga tingkat desa.
“Sekarang jumlahnya lebih dari tiga ribu orang dan mereka membantu masyarakat mulai dari urusan pernikahan, bimbingan keagamaan hingga pelayanan sosial lainnya di desa-desa,” ujar Herman Deru.
Pada kesempatan itu, Herman Deru juga menjelaskan program “Satu Desa Satu Rumah Tahfiz” yang lahir dari diskusinya bersama Menteri Agama dalam sebuah acara pernikahan beberapa tahun lalu.
Ia mengaku, pada awal pelaksanaannya masih banyak masyarakat yang memahami rumah tahfiz sebagai bangunan fisik. Padahal, yang dimaksud adalah aktivitas pembinaan hafalan Al-Qur’an.
BACA JUGA:Chairul S. Matdiah Luruskan Polemik Anggaran Warisan Pj Gubernur Sumsel
BACA JUGA:Potret Kebersamaan May Day 2026: Gubernur Sumsel dan Forkopimda Dengarkan Langsung Suara Buruh
Menurutnya, pemahaman tersebut perlahan berubah dan kini memberikan dampak positif bagi pembangunan generasi muda di Sumsel.
Saat ini, jumlah rumah tahfiz di Sumsel telah mencapai lebih dari 5.000 unit melalui sinergi bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama, para guru, dan berbagai pihak terkait.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

