Sering Terjadi di Tol, Hutama Karya Ungkap Bahaya Microsleep dan Cara Mencegahnya
Pemeriksaan fisik bagi pengendara yang melintasi jalan tol-Hutama Karya-
JAKARTA, PALPRES.COM –PT Hutama Karya mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapan fisik, kondisi kendaraan, serta kepatuhan terhadap aturan berkendara di jalan tol.
Imbauan keselamatan ini sejalan dengan kampanye keselamatan berkendara SETUJU (Selamat Sampai Tujuan) yang dipelopori oleh Hutama Karya sebagai upaya membangun budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab di jalan tol.
Demikian ditegaskan Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, dalam siaran pers Rabu 10 Juni 2026.
Dalam penjelasannya, Hamdani mengatakan bahwa karakteristik jalan tol yang panjang, relatif lurus, dan didukung kondisi perkerasan yang baik terkadang membuat pengguna jalan kurang waspada dalam menjaga kondisi fisiknya selama perjalanan.
BACA JUGA:2 Rest Area Megah Sedang Dibangun di Tol Betung–Jambi, Ini Deretan Fasilitasnya
BACA JUGA:Mobilitas Masyarakat Tinggi, Trafik Tol Trans Sumatera Tembus 900 Ribu Kendaraan
"Karakteristik jalan tol yang panjang dan mulus sering kali membuat pengemudi merasa nyaman sehingga tanpa disadari mengalami kelelahan atau bahkan microsleep.

Pastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi sebelum memasuki jalan tol-Hutama Karya-
Apabila mulai merasa lelah, mengantuk, kehilangan konsentrasi, atau mengalami tanda-tanda microsleep, pengguna jalan diimbau segera menepi dan beristirahat di rest area terdekat," ujar Hamdani.
Selain menjaga kondisi fisik, Hamdani mengimbau kepada pengguna jalan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum memasuki jalan tol.
Pemeriksaan sederhana seperti kondisi ban, rem, lampu kendaraan, oli, air radiator, tekanan ban, hingga kecukupan bahan bakar perlu dilakukan untuk mencegah gangguan kendaraan di tengah perjalanan.
BACA JUGA:Libur Panjang 2026, Trafik Tol Trans Sumatera Tembus 122 Ribu Kendaraan
BACA JUGA:Libur Panjang 2026: Trafik Tol Trans Sumatera Melonjak hingga 30 Persen, Ini Ruas Terpadat!
Kendaraan yang mengalami kerusakan di jalan tol memiliki risiko lebih tinggi karena seluruh kendaraan bergerak dengan kecepatan relatif tinggi dan dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

