Masih Banyak yang Buka Lahan dengan Cara Dibakar? Begini Cara Disbun Lahat Ubah 'Mindset' Warga
Masih Banyak yang Buka Lahan dengan Cara Dibakar? Begini Cara Disbun Lahat Ubah 'Mindset' Warga.-Bernat-palpres.com
LAHAT, PALPRES.COM - Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Lahat, Vivi Anggraeni SSTP Msi didampingi Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana, Erwan Andawan SP Msi menerangkan, bahwasanya untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, mengenai upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran kebun dan lahan.
"Maka herus memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan perkebunan dan masyarakat itu sendiri dengan upaya pencegahan kebakaran kebun dan bahan, kemudian membentuk kelompok tani peduli api (KTPA) sebagai mitra pemerintah," paparnya, Kamis, 9 Juli 2026.
Nah, tugasnya mereka dalam melakukan penanganan awal terhadap potensi kebakaran di tingkat lapangan, dan membangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan, serta mewujudkan perkebunan yang aman, produktif maupun berkelanjutan.
"Setidaknya tercatat terdapat 28 titik api tapi bukan berasal dari kebun, melainkan dari kawasan areal pertambangan batubara," sebut dia.
BACA JUGA:'Masyarakat Tak Boleh Antre Lagi!' Herman Deru Rombak Total Sistem Distribusi BBM di Sumsel
Ia menuturkan, terlebih lagi Kabupaten Lahat sendiri terkenal dengan komoditas kopi, karet dan kelapa sawit telah menjadi penopang perekonomian masyarakat.
"Selain itu, memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah, dari besarnya potensi tersebut harus kita jaga bersama, karena salah satu ancaman yang dapat menghambat keberlanjutan sektor perkebunan adalah terjadinya kebakaran kebun dan lahan," ucap dia seraya menambahkan, kebakaran tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi tetapi juga berdampak terhadap kerusakan lingkungan.
Saat ini banyak sekali lahan alih fungsi lahan dikarenakan harga kopi tinggi, apalagi faktor pembukaan lahan dengan cara membakar jadi hampir masyarakat rata-rata melakukannya.
"Mengingat biaya yang dikeluarkan pun murah sehingga menjadi pilihan utama bagi masyarakat guna berkebun," jelas Vivi Anggraeni.
BACA JUGA:Gelar Musdes APBDesP 2026, Kades Bostandi Ungkap Deretan Program Prioritas yang Gak Boleh Ditunda
BACA JUGA:Kabar Gembira Bagi Petani Lokal, Ini Aturan Tegas Kadisbun Lahat Terkait Hak Kebun Plasma Warga
Ia meminta, agar kiranya kepada KTPA dijadikan kegiatan rutin untuk sama-sama lintas OPD dan vertikal.
"Untuk duduk bersama untuk mengatasi pencegahan lahan pencegahan kebakaran lahan dan kebun yang ada di tempat lahan, dan In Syaa Allah ke depan zero kebakaran," beber dirinya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
