Banner Honda PCX

SMSI Sumsel Kecam Dugaan Kekerasan terhadap 3 Wartawan saat Demo di Polda

SMSI Sumsel Kecam Dugaan Kekerasan terhadap 3 Wartawan saat Demo di Polda

Jon Herry, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Selatan-SMSI-

PALEMBANG, PALPRES.COM – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Selatan, Jon Herry, mengecam keras dugaan penganiayaan, intimidasi, perampasan telepon genggam, serta upaya penghapusan rekaman video dan gambar terhadap tiga wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik dalam aksi demonstrasi di depan Mapolda Sumatera Selatan, Selasa 13 Oktober 2026.

Jon Herry menegaskan, segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan tidak dapat dibenarkan, terlebih ketika mereka sedang menjalankan tugas untuk mendokumentasikan peristiwa dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“SMSI Sumatera Selatan mengutuk keras tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Apalagi, jika benar terjadi pemukulan, perampasan telepon genggam, serta upaya menghapus video dan gambar hasil peliputan.

BACA JUGA:Kejati Aceh Raih SMSI Aceh Award: Institusi Penegak Keadilan Restoratif

BACA JUGA:SMSI Bentuk Pokja Newsroom Jaga Desa, 5 Provinsi Jadi Pilot Project, Sumsel Salah Satunya

Tindakan seperti ini tidak dapat dibenarkan karena wartawan bekerja untuk merekam fakta dan menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tegas Jon Herry.

Dalam insiden yang berujung ricuh tersebut, tiga jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan diduga menjadi korban kekerasan dan intimidasi.

Mereka juga mengaku mengalami upaya perampasan telepon genggam serta tekanan untuk menghapus rekaman video dan gambar yang diambil di lokasi kejadian.

Ketiga wartawan tersebut adalah Mulyadi, wartawan Pal TV; Rahmad Kurniawan dari Tribun Sumsel; serta Yola Dwi Rosdiana, jurnalis Ketik.com yang bertugas di wilayah Polda Sumsel.

BACA JUGA:Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, SMSI Tegaskan Komitmen Kawal Demokrasi dan NKRI

BACA JUGA:Suhu Politik Memanas, SMSI Serukan Pers Daerah Sajikan Informasi Berimbang

Dua dari tiga wartawan tersebut dilaporkan mengalami luka-luka, dan harus mendapatkan penanganan medis di RS Bhayangkara Palembang.

Ketiganya mengaku mengalami intimidasi ketika berusaha mendokumentasikan situasi kericuhan yang terjadi sebelum aksi demonstrasi dimulai.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: smsi

Berita Terkait