Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers--SMSI
Artikel berjudul ‘Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif’ ditulis oleh Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers
DUA tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk menghakimi sebuah pemerintahan yang belum sampai setengah periode memegang kekuasaan.
Namun begitu sudah cukup rasanya untuk membaca watak dan gaya kepemimpinan seorang presiden.
Dalam dua tahun, seorang presiden biasanya sudah memperlihatkan apa yang menjadi obsesinya, bagaimana ia menggunakan kekuasaan, siapa orang-orang yang dipercayainya, dan seberapa jauh gagasan yang dibawanya dari kampanye dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik.
Prabowo Subianto memasuki Istana dengan modal politik yang kuat. Ia dilantik pada 20 Oktober 2024 setelah menang dalam pemilihan presiden 2024 dengan mandat elektoral yang besar.
BACA JUGA:SMSI Sumsel Kecam Dugaan Kekerasan terhadap 3 Wartawan saat Demo di Polda
BACA JUGA:Kejati Aceh Raih SMSI Aceh Award: Institusi Penegak Keadilan Restoratif
Lebih dari itu, ia bukan figur yang tiba-tiba muncul di panggung politik. Ia telah puluhan tahun berada dalam orbit kekuasaan: sebagai prajurit, pengusaha, ketua partai, calon presiden, dan akhirnya presiden.
Karena itu, menarik menilai dua tahun pertama kepemimpinannya, apakah capaian yang menonjol dari Prabowo?
Modal Seorang Petarung
Salah satu kekuatan Prabowo adalah daya juangnya. Ia pernah kalah dalam pertarungan politik, tetapi tidak meninggalkan gelanggang.
BACA JUGA:Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, SMSI Tegaskan Komitmen Kawal Demokrasi dan NKRI
BACA JUGA:Suhu Politik Memanas, SMSI Serukan Pers Daerah Sajikan Informasi Berimbang
Dalam politik, kemampuan bangkit dari kekalahan bukan perkara kecil. Ia menunjukkan daya tahan psikologis sekaligus keyakinan pada tujuan politiknya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: smsi
