Banner Honda PCX

Udara Membaik! Sekda Edward Candra Beberkan Capaian Penanganan Karhutla Sumsel ke Komnas HAM

Udara Membaik! Sekda Edward Candra Beberkan Capaian Penanganan Karhutla Sumsel ke Komnas HAM

Udara Membaik! Sekda Edward Candra Beberkan Capaian Penanganan Karhutla Sumsel ke Komnas HAM-Humas Prov Sumsel-

PALEMBANG, PALPRES.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., memaparkan perkembangan penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel dalam Rapat Koordinasi Pemenuhan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Peristiwa Karhutla yang diselenggarakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI secara virtual dari Command Center Pemerintah Provinsi Sumsel, Jumat, 30 Oktober 2026 siang.

Dalam kesempatan tersebut, Edward Candra menyampaikan bahwa Pemprov Sumsel terus memperkuat upaya penanganan dan pencegahan karhutla. Berdasarkan perkembangan selama tujuh hari terakhir, jumlah titik panas (hotspot) dan kejadian karhutla di Sumsel menunjukkan tren penurunan.

Menurut Edward, berdasarkan hasil pemantauan hingga 29 Oktober 2026, tercatat 23 titik panas dan 12 kejadian karhutla. Dari sisi kualitas udara, kondisi Sumsel yang sempat menyentuh kategori berbahaya mulai menunjukkan perbaikan setelah hujan turun di sejumlah wilayah serta berbagai upaya penanganan terus dilakukan. Jarak pandang pada pagi hari kini tercatat mencapai sekitar 2.600 meter dan tidak mengganggu aktivitas penerbangan maupun keberangkatan di Sumsel.

"Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih terus dilakukan meskipun hujan sudah turun di beberapa wilayah. Upaya penanganan melalui teknologi dry ice juga terus dilaksanakan. Pada 29 Oktober tercatat empat sorti operasi di Sumsel," jelasnya.

BACA JUGA:Karhutla Mengintai! Ibnu Hardi Ditunjuk Jadi Plt Kepala Damkar Ogan Ilir, Sekda Beri Tugas Penting

BACA JUGA:Sambut Reses Komisi VIII DPR RI, Sekda Edward Candra Paparkan Isu Kemiskinan Hingga Penanganan Karhutla Sumsel

Selain itu, patroli dan pemadaman karhutla melalui jalur darat maupun udara terus diperkuat, terutama di wilayah rawan seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Pemerintah juga terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan sebaran hujan yang masih bervariasi di sejumlah daerah.

Di sektor pendidikan, aktivitas belajar mengajar di Sumsel telah kembali berjalan normal. Pemerintah juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak, termasuk pengemudi ojek daring, masyarakat umum, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga lanjut usia (lansia).

Dukungan pemerintah pusat turut diberikan melalui bantuan untuk Provinsi Sumsel dan 14 kabupaten, termasuk untuk pengadaan peralatan serta kebutuhan operasional petugas di lapangan yang melibatkan lebih dari 12 ribu personel.

Sebagai upaya memperkuat pencegahan jangka panjang, Gubernur Sumsel menginisiasi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pencegahan Karhutla bersama Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional pada 29–30 Oktober 2026. Upaya tersebut juga didukung melalui penguatan program Desa Peduli Gambut dan Masyarakat Peduli Api dengan memberikan pembinaan kepada masyarakat agar terlibat aktif dalam pencegahan kebakaran.

BACA JUGA:Lantik 7 Anggota KPID Sumsel 2026–2029: Intip Pesan Tegas Sekda Edward Candra Soal Penguatan Etika di Era AI

BACA JUGA:Penegasan Sekda Edward Candra Soal Kualitas, Estetika, dan Keselamatan Konstruksi di Sumsel

Edward menambahkan, sosialisasi kepada pihak perusahaan terkait pencegahan dan penanganan karhutla juga terus dilakukan. Mengacu pada Instruksi Presiden Tahun 2026, perusahaan yang berada dalam radius lima kilometer dari wilayah konsesi memiliki kewajiban untuk turut menjaga dan mencegah terjadinya kebakaran.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemprov Sumsel terus memperkuat sinergi antara pemerintah, petugas, perusahaan, dan masyarakat agar penanganan karhutla berjalan optimal serta risiko kebakaran pada masa mendatang dapat ditekan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait