Banner Honda PCX

Kapolres OKI dan Bupati Muchendi Inisiasi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

Kapolres OKI dan Bupati Muchendi Inisiasi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

Kapolres OKI bersama Bupati Muchendi edukasi masyarakat agar buka lahan tanpa bakar -palpres.com -

KAYUAGUNG, PALPRES.COM - Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tidak hanya dilakukan melalui patroli dan pemadaman.

Edukasi kepada masyarakat mengenai cara membuka lahan tanpa membakar juga menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan inisiasi pembukaan lahan tanpa bakar dan penanaman pohon.

Kegiatan yang melibatkan Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H.bersama Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki, S.E., M.Si ini dilakukan di Desa Muara Burnai, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI, Kamis (5/11/26).

BACA JUGA:Dua Dekade Bebas Karhutla, Restorasi Lahan Gambut di Sepucuk OKI Jadi Rujukan Nasional

BACA JUGA:Empat Rumah Panggung di Desa Napalicin Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten OKI, Ir. Irawan, M.M., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lempuing Jaya.

Inisiatif ini menjadi bentuk sinergi pemerintah daerah dan kepolisian dalam mendorong perubahan pola pengelolaan lahan, terutama di kalangan masyarakat yang memiliki aktivitas pertanian dan perkebunan.

Pembukaan lahan tanpa bakar merupakan salah satu langkah untuk mengurangi risiko munculnya titik api, khususnya ketika memasuki musim kemarau.

Praktik tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan lahan produktif dapat dilakukan tanpa harus menggunakan api.

BACA JUGA:Komitmen Berantas Narkoba, Pejabat Rutan Kelas I Palembang Ini Terima Penghargaan dari BNNP Sumsel

BACA JUGA:Renovasi Rumah Mungil Bertahap: Hemat Budget, Hasil Maksimal!

Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta mengatakan, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurut dia, upaya menjaga lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan penindakan terhadap pelaku pembakaran, tetapi juga harus disertai edukasi dan penyediaan contoh praktik yang dapat diterapkan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: