Terima Kunjungan Pasis Seskoad, Kapolda Sumsel Sebut Hal Ini Kunci Utama Cegah Karhutla
Pasis Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 audiensi bersama Kapolda Sumsel, Irjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P di Mapolda Sumsel. --Pendam II Sriwijaya
PALEMBANG, PALPRES.COM - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membutuhkan sinergitas yang kuat, masif, dan berkelanjutan dari seluruh elemen bangsa, baik aparat pemerintah, TNI, Polri, instansi terkait, maupun masyarakat.
Hal tersebut menjadi pesan utama Kapolda Sumsel, Irjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., dalam audiensi bersama Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 di Palembang, Sabtu 7 November 2026.
Dalam arahannya, Kapolda Sumatera Selatan menekankan bahwa penanggulangan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu institusi.
Diperlukan kesamaan visi, koordinasi yang solid, serta langkah nyata seluruh pemangku kepentingan untuk memaksimalkan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
BACA JUGA:Sambut Hari Pahlawan, Kodam II Sriwijaya Gelar Doa Bersama Lintas Agama Serentak
BACA JUGA:Top! Kodam II Sriwijaya Tuntaskan 1.669 Pembangunan KDKMP, Kasad Beri Apresiasi
Kapolda juga mengingatkan pentingnya membangun semangat persatuan dan menghindari sikap saling menyalahkan ketika menghadapi berbagai persoalan di lapangan.
Setiap instansi memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing yang harus saling melengkapi, bukan justru menimbulkan perbedaan yang dapat melemahkan upaya penanganan Karhutla.
"Semangat kebersamaan harus menjadi landasan utama dalam menghadapi setiap tantangan. Seluruh elemen bangsa merupakan satu kesatuan yang tidak boleh terpecah belah oleh perbedaan kepentingan maupun pengaruh pihak luar yang berpotensi melemahkan persatuan nasional," ujar Kapolda Sumsel.
Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa kekuatan terbesar bangsa Indonesia terletak pada persatuan dan gotong royong.
BACA JUGA:Sederhana Namun Berarti: Cara Kodam II Sriwijaya Rayakan Usia 80 Tahun di Tengah Duka Bencana
BACA JUGA:Sinergi Dengan Kodam II/Swj, Kilang Pertamina Plaju Teguhkan Komitmen Kebangsaan
Oleh karena itu, masyarakat perlu ditempatkan sebagai mitra strategis dalam pencegahan Karhutla melalui peningkatan kesadaran, kepedulian lingkungan, serta partisipasi aktif dalam mendeteksi dan melaporkan potensi kebakaran sejak dini.
Melalui audiensi ini, diharapkan semakin terbangun sinergitas yang kokoh antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pencegahan Karhutla yang terpadu, responsif, dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
