Kecanduan Gadget Bisa Obesitas hingga Badan Menjadi Bungkuk, Nggak Percaya?

Selasa 05-07-2022,21:21 WIB
Editor : Trisno Rusli

JAKARTA, PALPRES.COM – Perkembangan teknoogi seiring dengan kecanggihan gadget seolah mencuri banyak waktu bagi sebagian anak-anak milenial. Sejak bangun tidur hingga kembali tidur tidak terlepas dengan teknologi yang satu ini. Lantas apa dampak negatif bagi anak-anak yang kecanduan dengan gadget.

Sebuah artikel yang dilansir halodoc.com, salah satu dampak negatif gadget bisa menyebabkan anak menjadi obesitas atau penumpukan lemak berlebihan di dalam badan.

Artikel yang sudah ditinjau oleh dr. Rizal Fadli, anak yang terlalu sering bermain gadget membuat seseorang kurang melakukan aktivitas fisik. Hal ini sangat berkaitan dengan kondisi obesitas.

Dampak negatif lain, anak milenial hanya ingin berkomunikasi melalui aplikasi chatting yang ada di gadget saja dan malas  bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya. Akibatnya, hubungan pertemanan bahkan keluarga pun jadi merenggang karena gadget.

BACA JUGA:Inovasi Teknologi Solar & Turbin dari Pelajar Indonesia Menang Kompetisi Schneider Go Green

Keseringan bermain gadget juga mengganggu mata. Mata yang terlalu sering digunakan untuk menatap layar gadget akan menjadi kering dan timbul rasa panas. Jika kecanduan gadget ini dibiarkan terlalu lama, maka mata bisa lelah, terasa tidak nyaman, merah, dan timbul gangguan penglihatan, seperti penglihatan menjadi kabur, minus mata bertambah, dan lain-lain.

Pola tidur anak juga terganggu akibat keseringan bermain gadget. Di dalam artikel tersebut, bermain gadget memang bisa menimbulkan ketagihan yang akan membuat susah untuk berhenti. Akhirnya jam tidur akan terganggu, bahkan jika dibiarkan terlalu lama bisa mengidap insomnia. Jika waktu tidur yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi, maka berbagai penyakit dan gangguan kesehatan mudah menyerangmu.

BACA JUGA:Menciptakan Kondusifitas Wilayah dengan Pemanfaatan Teknologi

Bahayanya lagi, postur tubuh jadi bungkuk. Anak yang kecanduan gadget tanpa sadar sering menundukkan leher untuk melihat gadget-nya. Ketika leher condong ke depan dan menunduk saat asyik bermain gadget, beban leher dan tulang belakang jadi bertambah besar karena harus menopang beban kepala, sehingga bisa menyebabkan leher dan punggungmu terasa nyeri. Jika dibiarkan terlalu lama, maka akan berdampak pada postur tubuhmu yang jadi bungkuk.

Dan terakhirnya tentunya mengganggu studi. Kegiatan belajar anak yang memiliki sindrom nomofobia ini pun biasanya akan terganggu. Hampir sebagian besar waktunya digunakan untuk bermain gadget dan ia sulit untuk berkonsentrasi saat belajar di sekolah, sehingga akhirnya prestasi di sekolah pun jadi menurun.

Artikel ini sudah tayang di website halodoc.com pada tanggal 15 Januari 2021 dengan judul Bahaya Kecanduan Gadget pada Anak Milenial

Kategori :