Lanjut dia mengatakan, juga menguatkan peranan teater sebagai rumah belajar, mengelola, dan memproduksi berbagai pengetahuan luhur bangsa Indonesia.
Serta menguatkan agenda Pemajuan Kebudayaan nasional, yang dikaitkan dengan pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah (PPKD).
Diskusi teater dilakukan 12 komunitas teater di Sumatera pada FTS 2021 di Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring, Palembang.
Sementara itu, Chandra Amprayadi, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Negeri Sumsel, menjelaskan jumlah komunitas teater yang terlibat dalam FTS 2022 sama seperti pada FTS 2021 lalu, yakni 12 komunitas. Dari Aceh hingga Lampung.
BACA JUGA: SMB IV: Berkat Kegigihan SMB III, Banyak Adat Budaya Palembang Darussalam Dapat Diselamatkan
“Namun tidak semua komunitas teater yang berekspresi pada FTS 2021, kembali tampil pada FTS 2022. Semua komunitas teater dari luar Sumatera Selatan mewakili provinsinya,” kata Agus.
Sementara itu, ketua penyelenggara Taufik Hidayat mengatakan, bakal ada 12 komunitas teater yang akan menyemarakan FTS 2022.
Terdiri dari Komunitas Seni Tanda Tanya (Aceh), Teater Rumah Mata (Sumatera Utara), Teater Senyawa (Bengkulu), Teater Umak [Sumatera Selatan], Teater Oncak (Sumsel) Lembaga Teater Selembayung (Riau), Teater Tonggak (Jambi).
Lalu, Sanggar Dulmuluk Harapan Jaya (Palembang), Komunitas Berkat Yakin (Lampung), Komunitas Seni Nan Tumpah (Sumatera Barat), Dewan Kesenian Belitung (Kepulauan Bangka Belitung), dan Teater Potlot (Palembang).
BACA JUGA:Lestarikan Budaya Lewat Desain Interior dan Arsitektur
" Ya, selain penampilan 12 komunitas teater se-Sumatera, kita juga akan lakukan diskusi 12 karya, teater, dan FGD Taman Budaya se-Sumatera" tutupnya.