Kudapan Lezat Legendaris Khas Lahat, Begini Cara Menyajikannya!

Senin 01-05-2023,14:00 WIB
Reporter : Bernat
Editor : Mujianto

LAHAT, PALPRES.COM - Siapa yang tidak kenal dengan makanan satu ini, betul Jungkong Hijau yang merupakan kudapan yang hanya ada ketika pada saat momen tertentu saja.

Bahkan, jenis makanan ini tidak dapat ditemui di pasaran bebas, kecuali dibuat sendiri dengan bahan olahan yang mudah didapatkan di pasaran.

Leni Marlina, salah satu warga Desa Banjar Negara, Kecamatan Lahat Selatan menuturkan, cara pembuatannya tidak begitu rumit, cukup menyediakan bahan dasar tepung beras, daun pandan, santan dan gula aren.

"Nah, untuk jungkongnya sendiri dari bahan berupa tepung beras diaduk secara terus menerus, sedangkan pandan wangi diperas untuk diambil warna hijaunya saja," terangnya, Senin 1 Mei 2023.

BACA JUGA:Guru Tidak Boleh Berpolitik Praktis, Begini Pesan Kadisdik Muratara!

Kemudian, lanjut dia, air perasan dari pandan wangi dimasukkan ke adonan tepung beras yang diaduk, hingga berwarna hijau cerah.

"Setelah campuran keduanya mengental seperti lem perekat, barulah Jungkong disisihkan ke wadah lain sembari didinginkan," ucap Leni Marlina.

Untuk kuahnya sendiri, kata Leni, larutkan terlebih dahulu gula aren atau gula merah diatas api hingga mencair, setelah itu tuangkan santan secara perlahan hingga merata.

"Untuk rasa manis tergantung dari cipta rasa masing-masing orang yang membuatnya, dan keduanya siap disajikan baik kondisi panas ataupun dingin," sebutnya.

BACA JUGA:Rumah Dinas Bupati Lahat Digeruduk Ratusan Buruh, Ada Apa Ya?

Dirinya menambahkan, Jungkong Hijau ini dapat dijumpai dalam acara pengantin, ataupun sebagai menu berbuka puasa.

"Jadi momen-momen tertentu saja dapat kita cicipi.

Inilah mengapa makanan ini menjadi sajian legenda, sehingga dapat dikonsumsi bersama keluarga ataupun kerabat," tandas Leni Marlina.

Terpisah, Ketua Tokoh Adat (Todat) Desa Banjar Negara, Mang Jatu menuturkan, memang untuk makanan Jungkong Hijau bisa di lihat pada saat acara pernikahan, hajatan ataupun berbuka puasa.

BACA JUGA:Hari Buruh di Kota Pagaralam Tidak Nampak Unjuk Rasa, Kenapa?

Kategori :