Turun ke Lokasi Cek Pintu DAM Irigasi Teknis, Ini Keinginan Kades

Senin 01-05-2023,15:55 WIB
Reporter : Bernat Albar
Editor : Firdaus

LAHAT, PALPRES.COM - Akibat tertutup Pintu DAM Irigasi (DI) Teknis Sungai Lingsing, oleh material lumpur, bebatuan dan tumpukan gelondongan kayu pada waktu banjir bandang beberapa waktu lalu. 

Sehingga membuat ribuan hektar (Ha) persawahan di 13 desa empat kecamatan (Kikim Timur, Kikim Selatan, Kikim Tengah dan Pseksu) mengalami kekeringan, dan mayoritas terancam gagal tanam.

Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (Kades) Kikim Selatan, Bambang Heriadi ST membenarkan, bahwasanya pihak Kecamatan Kikim Selatan, Kades Penandingan, Kades Lubuk Nambulan, Gelumbang yang areal sawahnya tidak bisa dialiri air, kini bersama-sama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lahat turun ke lokasi.

"Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat langsung merespon sangat cepat sekali, yang mana, Kepala BPBD ikut melihat dari dekat kondisi sekarang ini," sebutnya, Senin 1 Mei 2023.

BACA JUGA:DICARI! Koin Kuno Rp100 Rumah Gadang, Harganya Setara Honda BeAT, Hubungi Kolektor Ini

Sekaligus, sambung dirinya, menyerahkan berupa proposal supaya dalam waktu dekat, Pintu DAM DI Teknis Sungai Lingsing segera diperbaiki dan normal kembali.

"Sudah masuk bulan ke empat, sawah dari 13 desa sama sekali tidak ada airnya, dan kini kebanyakan tanah sudah retak-retak," ungkap Bambang Heriadi.

Bambang Heriadi meminta, agar Pemkab Lahat untuk sesegera mungkin memperbaiki saluran irigasi, semuanya sudah tercantum didalam proposal.

"Kasihan penduduk desa yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, saat ini mereka hanya pasrah tidak bisa berbuat banyak," tegasnya.

BACA JUGA:Proyek Irigasi Air Lematang Agar Berjalan Lancar, Sedimen Harus Segera Dibersihkan

Senada, Kades Sukajadi, Kecamatan Pseksu, Nover Aniti menuturkan, pihaknya sangat berterima kasih dengan telah turunnya pihak dari Pemkab Lahat, atas peristiwa rusaknya pintu DAM Irigasi.

"Terpenting, semuanya bisa berjalan dengan baik, lancar dan petani dapat menanam hingga memanen padi," tutupnya.

Sementara itu, Camat Kikim Selatan, Hermansyah HB SE menuturkan, pihaknya sangat mendukung sekali terhadap langkah yang diambil 13 kades, yang memang areal persawahannya dialiri dari Sungai Lingsing.

"Oleh karena itulah, hasil dari tinjauan ini tentunya dapat diakomodir, sebab ini merupakan bencana alam yang semua orang tidak menginginkannya," tandasnya.

BACA JUGA:Pengeringan Irigasi Butuh Waktu Enam Bulan

Kategori :