Dibuat demikian karena adanya aturan dari leluhur yang turun temurun yakni lantai rumah tak boleh menyentuh tanah.
5. Setiap rumah ditinggali sekitar enam sampai delapan keluarga.
Walau aktivitas di dalam rumah dikerjakan bersama-sama, tak pernah ada anggota keluarga yang rebutan makanan dan barang.
BACA JUGA:5 Mobil Murah Harganya Rp100 Jutaan Saja, BBM Irit, Cocok Untuk Perjalanan Jauh!
Kehidupannya berjalan dengan harmonis walaupun dari keluarga yang berbeda.
6. Hanya ada 7 rumah yang dibangun mengelilingi Compang
Angka ini terbilang sangat kecil, namun begitulah adanya.
Sejak abad ke-18, hanya ada 7 rumah di Wae Rebo tidak bertambah ataupun berkurang.
Rumah ini terhampar mengelilingi Compang, yaitu altar untuk masyarakat Wae Rebo melakukan upacara penyembahan kepada Tuhan dan roh leluhurnya.
Berdiri kokoh di atas tanah yang datar, jumlah 7 rumah ini juga mengandung makna tersendiri, yaitu bentuk penghormatan kepada 7 arah gunung yang melindungi kampung Wae Rebo.
Selain itu sederet fakta unik tadi, rumah adat Wae Rebo memiliki nilai-nilai sosial yang tinggi, seperti persatuan dan kebersamaan antar warga dan keluarga.
Adapun mata pencaharian utama masyarakat Wae Rebo yaitu pertanian, antara lain kopi, cengkeh, dan umbi-umbian.
BACA JUGA:Mantap! Bisa Goreng Telur Tanpa Api di Wilayah Ini, Inilah 4 Daerah Terpanas di Kalimantan Selatan
Tak lupa para ibu-ibu juga membantu mengurus ladang, selain melakukan aktivitas menenun.
Desa ini memiliki sumber air unik bernama “sosor” yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu sosor pria dan sosor wanita, untuk memenuhi kebutuhan air bersih.