Takut pada ketinggian adalah ketakutan alami yang dimiliki oleh banyak orang.
Namun, pada individu dengan acrophobia, ketakutan ini melebihi batas normal dan sering kali memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.
Akibatnya, mereka mungkin menghindari situasi yang melibatkan ketinggian secara ekstrem, bahkan jika itu berarti mengorbankan kesempatan atau pengalaman penting.
Beberapa faktor yang diyakini dapat mempengaruhi perkembangan acrophobia termasuk.
1. Pengalaman traumatik
Mengalami kejadian traumatis yang terkait dengan ketinggian, seperti jatuh dari tempat yang tinggi atau menyaksikan orang lain mengalami kecelakaan serius, dapat meningkatkan risiko mengembangkan acrophobia.
2. Faktor genetik
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada komponen genetik dalam acrophobia, yang berarti bahwa ada kecenderungan genetik tertentu yang dapat mendasari ketakutan ini.
3. Pembelajaran atau peniruan
Dalam beberapa kasus, acrophobia dapat berkembang karena individu mempelajari takut pada ketinggian dari orang tua atau anggota keluarga lainnya yang juga memiliki ketakutan yang sama.
4. Sensasi fisik yang intens
Beberapa orang dengan acrophobia melaporkan sensasi fisik yang intens ketika berada di tempat yang tinggi, seperti pusing, gemetar, atau mual.