Meluncur di Indonesia, Harga Jimny 5 Pintu Melejit Hingga Rp530 Juta, Ini Penjelasan Suzuki

Kamis 22-02-2024,23:07 WIB
Reporter : Bethanica
Editor : Juli Aulia

PALPRES.COM- Pasar otomotif Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran Suzuki Jimny 5 pintu.

Namun, hebohnya tidak hanya karena model baru ini, melainkan karena harganya yang melonjak tinggi hingga mencapai Rp530 juta. 

Sebagai salah satu kendaraan ikonik, Jimny selalu menjadi perhatian para pecinta petualangan dan mobil tangguh. 

Saat peluncuran, Saat peluncuran, Suzuki Jimny 5 pintu dibanderol dengan harga sekitar Rp462 jutaan hingga Rp472 jutaan.

BACA JUGA:9 Rekomendasi Mobil Bekas Dibawah 100 Juta, Ga Bikin Kantong Bolong, Gaya Tetap Jalan!

BACA JUGA:Maxus 9 Mobil Listrik Mewah Sekelas Alphard, Mobil e-MPV Pertama di Indonesia

Namun, kontroversi muncul ketika beberapa tenaga penjual di IIMS 2024 mematok harga hingga Rp520-530 jutaan. 

Hal ini membuat sejumlah calon konsumen merasa kecewa dan tidak setuju dengan kenaikan harga yang signifikan meskipun dijanjikan mendapatkan unit secara cepat. 

Calon konsumen Deni mengatakan, harga yang dinaikkan tidaklah pantas, dan dia berharap Suzuki dapat meningkatkan ketersediaan unit agar waktu inden tidak terlalu lama.

"Buat harga Rp470 jutaan, inden setahun kelamaan sih. (Mungkin) orang rela inden soalnya karena pada nostalgia. (Saya pribadi) mending inden (daripada dapat harga yang di-mark up). Tapi kalau bisa, jangan sampai setahun (indennya), karena kalau setahun sudah keterlaluan. Kalau inden paling tiga bulan lah, menurut saya ya," ungkap Deni.

BACA JUGA:3 Rekomendasi Mobil Sliding Door Teratas dari Toyota, Hadirkan Kemewahan dan Kenyamanan Bersama Keluarga

BACA JUGA:Begini Cara Gunakan Aplikasi Jamsostek Mobile, Peserta Bisa Klaim dengan Mudah Praktis, Ini Syaratnya

Sementara itu, Harold Donnel, Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan penjelasan terkait kontroversi ini. 

Dia menyebutkan bahwa permintaan untuk Jimny 5 pintu melonjak pesat setelah peluncuran, dan ketersediaan unit belum sebanding dengan permintaan tersebut.

"Dari analisa kami, ini ada kesenjangan antara suplai dan demand, jadi seperti per hari Sabtu (17/2) itu kita sudah catatkan atau membukukan penjualan di 1.200 unit untuk Jimny 5 pintu. Sehingga dari perbedaan gap antara estimasi suplai dan demand mungkin bisa menyebabkan hal itu terjadi," ujar Harold.

Kategori :