Sementara, Kepala Dinkes Muba s dr Azmi Dariusmansyah Mars menyampaikan, Demam Berdarah ini sama seperti penyakit virus yang lainnya dapat sembuh dengan sendirinya asal bisa menjaga daya tahan tubuh.
BACA JUGA:Provinsi Tetangga Geleng-geleng, Sulawesi Bangun Jembatan Senilai Rp15 Trilun, Kapan Dimulai?
BACA JUGA:Entaskan Kemiskinan di Muba, Apriyadi Bakal Garap 549 Rumah Tak Layak Huni
"Demam Berdarah terjadi karena kebocoran plasma pada sel darah, dan itu sebenarnya cukup dengan minum air putih atau kuah dari sayuran dan makan yang baik.
Sehingga daya tahan tubuh kita akan tetap terjaga, dan kebocoran-kebocoran plasma karena pembuluh darahnya terganggu akan kembali diisi oleh air.
Oleh karenanya, jaga keseimbangan cairan.
Namun juga yang paling penting ialah menjaga kebersihan dengan baik,"jelasnya.
BACA JUGA:Pemkot Lubuklinggau dan Kabupaten Empat Lawang Kerjasama Kendalikan Inflasi, yuk Simak Liputannya
BACA JUGA:Kemen PPPA Harapkan Setiap Perusahaan Miliki RP3, Ini Tujuan Mulianya
Hingga saat ini, tercatat hampir 300 masyarakat Muba yang sudah terkena DBD.
Untuk itu, lanjut dia, kalau masyarakat tidak peduli untuk memberantas sarang - sarang nyamuk di lingkungan sekitarnya atau rumahnya, maka percuma melakukan Fogging.
"Karena Fogging itu tidak akan efektif kalau tidak disertai dengan pemberantasan sarang nyamuk.
Sebab kalau kita Fogging itu hanya nyamuk - nyamuk yang ada di udara yang bisa mati, tapi jentik-jentik yang ada di larva nyamuk yang pada tempat - tempat genangan air seperti di tong, beberapa hari kemudian akan keluar.
BACA JUGA:Lagi Turun Harga, Cek Spesifikasi Oppo Reno 7 Pro, Buruan Miliki!
BACA JUGA:Kejayaan Batu Akik di Kota Ini Nyaris Tinggal Cerita Indah, Hanya 1 Penjual Masih Setia Bertahan
Mari kita berantas sama - sama Demam Berdarah ini dengan peduli terhadap kebersihan lingkungan,"tandasnya.