Bukti Perwujudan Akselerasi Digital, Pengguna QRIS di Sumsel Tembus 1,3 Juta User

Jumat 01-03-2024,22:33 WIB
Reporter : Bethanica
Editor : Juli Aulia

PALPRES.COM- Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan diprediksi akan tetap kuat ditahun 2024.

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan turut didorong oleh perubahan yang dihasilkan dari revolusi digital dalam sistem pembayaran. 

Ekonom Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Fathahillah Dipanegara Wicaksana dalam kegiatan Capacity Building Wartawan Ekonomi Bisnis Sumsel (WEBS) di Bandung memaparkan, berbagai akselerasi inovasi digital pada sistem pembayaran nasional yang tertuang dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia.

Di Sumatera Selatan (Sumsel), revolusi digital ini disambut positif oleh masyarakat tercermin dari jumlah pengguna QRIS Sumsel yang mencapai angka 1.301.999 hingga Desember 2023, atau terjadi penambahan sebanyak 510.361 pengguna baru sepanjang tahun 2023. 

BACA JUGA:Sinergi Insan Wartawan dan Bank Indonesia Sumsel Lewat Capacity Building

BACA JUGA:2024, Ekonomi Sumatera Selatan Diprediksi Tetap Kuat di Kisaran 4,9-5,7 Persen

Selain itu, jumlah merchant QRIS juga meningkat menjadi 780.886 merchant, dengan penambahan sebesar 163.005 merchant selama tahun 2023.

Sejalan dengan pertumbuhan pengguna dan pedagang tersebut, volume transaksi QRIS sepanjang tahun 2023 mencapai angka 21.493.649, yang melebihi target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 160 persen. 

Selain akseptansi QRIS, tingkat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Sumsel juga menunjukkan kinerja yang positif.

Pada tahun 2023, seluruh Pemerintah Daerah di Sumatera Selatan berhasil memperoleh klasifikasi sebagai Pemerintah Daerah Digital, meningkat dari sebelumnya di tahun 2022 hanya 13 kabupaten/kota yang terklasifikasi digital.

BACA JUGA:Bank Indonesia Terbitkan Kumpulan Masukan Masyarakat Atas Pengembangan Rupiah Digital

BACA JUGA:SEPAKAT, Bank Indonesia dan Bank Korea Implementasikan Penggunaan Mata Uang Lokal di 2024

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, M Latif menambahkan pertumbuhan ini didorong oleh kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi yang baik. 

“Di tahun 2024 ekonomi Sumatera Selatan diperkirakan tetap kuat pada kisaran 4,9-5,7% (yoy) seiring dengan penyelesaian pembangunan proyek strategis nasional (PSN) dan pemilihan umum,”ungkap M Latif. 

Di sisi lain, inflasi Sumatera Selatan pada Januari 2024 cenderung lebih tinggi dari inflasi nasional yakni sebesar 3,35% (yoy). 

Kategori :