Seiring dengan peningkatan permintaan global, biaya produksi mobil listrik cenderung menurun.
Inovasi teknologi dan skala ekonomi yang lebih besar diperkirakan akan membuat harga mobil listrik semakin terjangkau di masa depan.
Ini akan menjadi dorongan lebih lanjut bagi masyarakat Indonesia untuk mengadopsi mobil listrik.
6. Peran sebagai pelaku pasar global
BACA JUGA:Cuplikan Trailer Disney ‘Musafa: The Lion King’ Telah Hadir, Bertabur Bintang Ternama
BACA JUGA:Gol Indonesia Dianulir, Warganet Serbu Terduga Akun IG Wasit Shen Yinhao, Penuhi Komen Negatif
Indonesia memiliki potensi menjadi produsen mobil listrik, terutama dengan bahan baku baterai yang melimpah seperti nikel dan kobalt.
Dengan mendukung industri mobil listrik domestik, Indonesia tidak hanya dapat mengurangi impor mobil, tetapi juga dapat memproduksi dan mengekspor mobil listrik ke pasar global.
7. Keunggulan kinerja dan pengalaman berkendara
Mobil listrik menawarkan performa yang menarik, dengan torsi yang kuat dan akselerasi yang responsif.
Selain itu, mobil listrik juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih tenang dan bebas getaran dibandingkan dengan mobil konvensional.
Hal ini dapat menjadi daya tarik bagi konsumen yang mencari pengalaman berkendara yang lebih baik.
Meskipun mobil listrik memiliki manfaat yang signifikan, masih ada beberapa kendala yang perlu diatasi, seperti harga awal yang lebih tinggi, keterbatasan infrastruktur pengisian ulang, dan kekhawatiran tentang jarak tempuh.
Namun, dengan terus berkembangnya teknologi dan langkah-langkah pemerintah yang mendukung, penggunaan mobil listrik di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat dalam jangka waktu yang lebih lama. *