Diketahui, Kota Odessa di Ukraina Selatan memang sudah sering menjadi target pasukan Rusia dalam invasi skala penuh selama 28 bulan.
BACA JUGA:Prediksi dan Preview Laga Kroasia vs Italia Euro 2024 Fase Grup
BACA JUGA:SABAR! Pengumuman Hasil Tes PPG Prajabatan 2024 Ditunda, Ini Jadwal Terbarunya
Rusia kerap menembakkan rudalnya ke sejumlah infrastruktur publik di kota tersebut.
Misalnya, fasilitas pelabuhan Kota Odessa.
Namun, Rusia selalu membantah menargetkan jika serangannya ke Odessa Ukraina Selatan, sengaja menjadikan warga sipil atau infrastruktur publik target sasaran.
Di front pertempuran lain, Pasukan Ukraina untuk pertama kalinya memakai roket tandan yang ditembakkan dari HIMARS bantuan Amerika Serikat.
BACA JUGA:Resmi Dilantik, Elen Setiadi Menjabat Sebagai Pj Gubernur Sumatera Selatan Gantikan Agus Fatoni
BACA JUGA:Pertamina Gas Dukung Integrasi Pipa Transmisi Gas Bumi Sumatera-Jawa, Berikan Manfaat Beragam Sektor
Dengan roket tersebut, Pasukan Ukraina menargetkan basis-basis Tentara Rusia.
Diketahui, pihak Amerika Serikat telah memberikan sekitar 20 unit HIMARS atau High Mobility Artillery Rocket System kepada Kyiv.
Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi tersebut, telah membantu Ukraina dalam menghadapi militer Rusia.
Diketahui, HIMARS sangat efektif dalam melakukan serangan ke wilayah musuh.
BACA JUGA:7 Tips Cari Aman Berkendera Sepeda Motor Sambil Boncengan dari Astra Motor Sumsel
BACA JUGA:10 Negara dengan Nilai Mata Uang Terlemah di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Pasalnya, HIMARS dapat meluncurkan amunisi tandan M30 GMLRS (Guided Multiple Launch Rocket System).