PALPRES.COM - Beberapa transformasi dari pakaian adat Sumsel yang tenar sejak Zaman Sriwijaya Aesan Gede beserta filosofi didalamnya.
Aesan Gede merupakan salah satu pakaian adat dalam pernikahan di Palembang. Pakaian adat ini diyakini berasal dari Kerajaan Sriwijaya. Aesan Gede zaman Sriwijaya sedikit berbeda dengan yang sering digunakan masyarakat umum saat ini. Dikutip dari beberapa sumber, Para ahli budaya telah menyepakati arti dari Aesan ialah hiasan. Sedangkan Gede berarti kebesaran. BACA JUGA:MERINDING! 3 Hal yang Belum Terkuak Dari Kapal Titanic, Benarkah Tenggelam? BACA JUGA:7 Tips Jitu Untuk Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros, Harus Kamu Coba Ya! Jadi, Aesan Gede adalah pakaian kebesaran. Pada masa Kerajaan Sriwijaya, Aesan Gede dipakai para penguasa, raja dan ratu. Pada zaman dahulu, Palembang menjadi pusat pengajaran agama Buddha di Asia Tenggara. Itu tampak jelas dari tradisi berpakaian para penguasa Palembang yang memakai pakaian tidak tertutup. Selain itu, Sriwijaya juga memperluas daerah kekuasaannya di Sumatera, Semenanjung Malaka, Muangthai Selatan, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sehingga dapat dipastikan banyak percampuran budaya di sini. BACA JUGA:3 Kategori Masyarakat yang Full Senyum Karena Bakal Dapat BLT Rp 3.600.000 Mulai Besok! BACA JUGA:OKTOBER BERKAH! BLT Pelajar Rp 2.000.000,- Dibagikan Untuk 10 Juta Kartu Keluarga Dodot yang dikenakan para penguasa Palembang dapat dikatakan mendapat pengaruh dari daerah Jawa. Sriwijaya juga disebut sebagai pusat perdagangan internasional, terutama oleh pedagang dari kekaisaran China. Sehingga dalam Aesan Gede, ada celana berbahan sutra yang dipakai pengantin laki-laki. Itu berasal dari China. Aesan Gede zaman kerajaan Sriwijaya mendapat pengaruh dari Jawa. Sebab, raja-raja Palembang sendiri berasal dari Pulau Jawa seperti Raden Balaputra Dewa. BACA JUGA:4 Fakta Tentang Tol Palembang - Betung yang Diperkirakan Dapat Pangkas Waktu Tempuh Hingga 1 Jam! BACA JUGA:5 Fakta Menarik Film Home Sweet Loan, Ajarkan Tentang Kehidupan Sandwich Generation Dari Glamornya Ibu Kota! Pada zaman Sriwijaya, kain songket dalam Aesan Gede ditenun dengan benang emas asli. Hiasan pelengkapnya pun terbuat dari bahan emas dan permata. Semua yang dipakai mengusung semangat Sriwijaya, yang dikenal dengan kejayaan dan kemakmurannya. Karena terbuat dari emas asli, Aesan Gede hanya dipakai keluarga kerajaan saja. Pada masa Sriwijaya, Aesan Gede juga tidak mengenakan terate sebagai penutup dada. Sebab, badan keluarga kerajaan bersih-bersih dan mereka sudah biasa memakai pakaian yang tidak menutup dada. Kemudian pada saat itu juga tidak bertentangan atau sesuai dengan ajaran yang dianut Sriwijaya yaitu Hindu Buddha. BACA JUGA:Ternyata 15 Aksesoris Pernikahan Palembang Ini Punya Makna Filosofis yang Mendalam, Yuk Intip! BACA JUGA:NGERI BANGET! Ini 3 Fakta Tentang Pesugihan Kandang Bubrah Wonogiri, Benarkah Minta Tumbal? Sebelum tahun 1970-an, Aesan Gede hanya dipakai para bangsawan dan keturunan sultan. Saat itu Aesan Gede juga tidak memakai terate. Lalu bahan dari aksesori pakaian adat pernikahan seperti mahkota, gelang dan lainnya ialah emas, permata, berlian dan intan. Kainnya dari kain tenun yaitu songket. Barulah setelah tahun 1970-an, masyarakat umum mulai memberanikan diri untuk memakai Aesan Gede pada upacara pernikahan. Masyarakat umum yang mengalami kendala seperti kulit yang tidak putih, bertato dan lain-lain, lalu menambahkan terate untuk menutupi bagian dada. BACA JUGA:5 Macam Pasar Tradisional di Palembang, Salah Satunya Sudah Berdiri Puluhan Tahun! BACA JUGA:Punya Rezeki Deras dan Hoki Tinggi, Ini 5 Deretan Tanggal Lahir yang Penuh Keberuntungan Menurut Primbon Jawa Saat ini Aesan Gede sudah dipakai masyarakat umum. Kain songket dan pelengkapnya pun sudah tidak terbuat dari emas dan permata asli. Aesan Gede pada pengantin wanita dan pria berbeda. Masing-masing bagian dalam Aesan Gede mempunyai makna filosofis dan simbolik. Aesan Gede memiliki nilai filosofis bahwa Sumatera memang layak dijuluki Swarnadwipa atau Pulau Emas. Makna yang terkandung dalam Aesan Gede juga kebaikan kehidupan di dunia dan akhirat. BACA JUGA:Spesifikasi dan Harga Realme 12 Series 5G di Harga Rp 5 Jutaan, Kapasitas Besar Kamera Tajam! BACA JUGA:5 Rekomendasi Sedan Bekas Harga Terjangkau, Pas Buat Keluarga Di Akhir Pekan! Kebaikan di dunia yaitu agar setelah pernikahan mendapatkan kebahagiaan dan kemujuran. Juga, terdapat simbol dalam berperilaku yaitu ramah, tertib dan saling menghormati.MEMUKAU! Besar di Zaman Sriwijaya, Ini 3 Transformasi Dari Aesan Gede Beserta Filosofinya
Sabtu 05-10-2024,13:03 WIB
Reporter : Try Dina
Editor : Try Dina
Kategori :
Terkait
Senin 09-03-2026,03:45 WIB
Investasi Emas Pegadaian Tenang Hari Ini: Harga Galeri24 dan UBS Tetap Stabil
Rabu 04-03-2026,05:04 WIB
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Melemah! Galeri24 dan UBS Kompak Turun, Saatnya Borong?
Senin 02-03-2026,03:50 WIB
Harga Emas di Pegadaian Melonjak Lagi! Cek Daftar Lengkap Galeri24 dan UBS Hari Ini
Kamis 26-02-2026,03:53 WIB
Awas! Harga Emas Pegadaian Turun Hari Ini, Investor Siap-Siap
Kamis 05-02-2026,03:49 WIB
Pegadaian Catat Kenaikan Harga Emas Hari Ini, Jangan Sampai Terlewatkan!
Terpopuler
Minggu 29-03-2026,17:20 WIB
Sinergi Digital: PLN Icon Plus dan Polda Jambi Wujudkan Konektivitas Andal dan Terintegrasi
Minggu 29-03-2026,17:18 WIB
Langkah Preventif Jaga Keandalan Jaringan PLN Icon Plus Sumbagsel Lakukan Pemeliharaan Dan Penataan Kabel
Minggu 29-03-2026,17:22 WIB
PLN Icon Plus Perkuat Kolaborasi Lintas Direktorat melalui ICONTOPIA
Minggu 29-03-2026,10:21 WIB
Korea Selatan 0-4 Pantai Gading: Gol Guessand dan Adingra Bawa Kemenangan Telak di Pertandingan Persahabatan
Minggu 29-03-2026,10:42 WIB
Amerika Serikat 2-5 Belgia: Lukebakio Mencetak Dua Gol Untuk Meraih Kemenangan Telak
Terkini
Minggu 29-03-2026,22:45 WIB
Strategi One Way dan Tol Fungsional Sukses, Polri Resmi Tutup Operasi Ketupat 2026
Minggu 29-03-2026,22:27 WIB
Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Besar di Ogan Ilir Hanguskan 9 Rumah Warga
Minggu 29-03-2026,22:02 WIB
Sidak Sel Tahanan Pasca Lebaran: Karutan Baturaja Sita Sendok Stainless hingga Sajam dari Kamar Hunian
Minggu 29-03-2026,21:58 WIB
Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Ungkit Perekonomian Desa Empang Baru
Minggu 29-03-2026,21:33 WIB