BACA JUGA:Pagi Ini Gempa 2 Kali Guncang Maluku Barat Daya, Cek Update Pusat Gempa Regional IX Ambon
BACA JUGA:Gempa 4,8 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Ini Lokasinya
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata Daryono, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
Daryono pun mengimbau kepada masyarakat pesisir di wilayah Indonesia, agar tetap tenang.
Dikutip dari Wikipedia, Palung Vanuatu atau Hebrides Baru (tepatnya disebut Palung Hebrides Baru Selatan) adalah palung samudra yang kedalamannya lebih dari 7,1 km (4,4 mil) di Samudra Pasifik Selatan .
Palung ini terletak di timur laut Kaledonia Baru dan Kepulauan Loyalty, barat daya Vanuatu, timur Australia, dan selatan Papua Nugini serta Kepulauan Solomon.
BACA JUGA:Blitar Digoyang Gempa 4,5 Magnitudo, Ini Lokasi Episentrumnya
BACA JUGA:Update BMKG, Gempa 4.1 Magnitudo Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami
Palung ini terbentuk akibat zona subduksi.
Lempeng Australia tersubduksi di bawah lempeng Hebrides Baru yang menyebabkan vulkanisme yang menghasilkan kepulauan Vanuatu.
Palung ini pertama kali dideskripsikan pada kapal tahun 1962 oleh penelitian AS "Spencer F. Baird", dalam Ekspedisi Proa Scripps Institution of Oceanography dan dieksplorasi lebih rinci pada tahun 2013 oleh tim Oceanlab dari Universitas Aberdeen.
Mereka menemukan belut cusk, udang, dan belut lainnya, serta krustasea. Hal ini sangat berbeda dari palung laut dalam lainnya yang telah diteliti.