Dengan demikian, level support dapat berubah menjadi resistance jika harga bergerak turun setelah sebelumnya naik, dan sebaliknya, resistance bisa berubah menjadi support ketika harga naik setelah mengalami penurunan.
2. Peluang Transaksi pada Support dan Resistance
Peluang transaksi pada support dan resistance dapat dilihat pada ilustrasi di atas, di mana pergerakan harga dari kiri ke kanan membentuk level support dan resistance yang baru.
BACA JUGA:Ajakan Tarik Dana dari Bank Himbara, Pengamat: Menyesatkan Masyarakat!
BACA JUGA:OIKN Ungkap 6 Bank Akan Beroperasi di IKN pada 2026, Ini Daftarnya!
Support dan Resistance digunakan bersamaan dengan candlestick untuk menganalisis tren atau area pergerakan harga.--Pixabay
Dalam gambar tersebut, tampak bahwa support dan resistance yang digambarkan dengan garis hitam dapat berfungsi sebagai area untuk membeli dan menjual.
Dengan pemahaman ini, batas harga tersebut juga bisa digunakan untuk menganalisis potensi pembalikan tren, baik dari naik menjadi turun maupun sebaliknya.
3. Manajemen Risiko
Support dan resistance sering digunakan oleh trader dalam manajemen risiko.
Di mana support digunakan untuk membatasi kerugian jika analisis yang dilakukan ternyata salah, dan resistance dimanfaatkan untuk meraih peluang.
Sering kali, ketika seorang trader melakukan analisis yang keliru, mereka akan membiarkan posisinya terjun ke kerugian yang lebih besar daripada yang bisa mereka terima, dengan harapan harga akan kembali meningkat.
Situasi ini sering kali berujung pada margin call atau kehabisan dana akibat kerugian yang signifikan.
Sebaliknya, saat trader mulai mendapatkan peluang, mereka bisa terjebak dalam euforia karena merasa harga akan terus naik.
Namun, terkadang setelah mencapai target, jika trading tidak dihentikan, harga akan berbalik dan menyebabkan kerugian.
Dengan memahami konsep support dan resistance ini, trader bisa menjaga disiplin dan mengurangi rasa serakah yang mungkin ada dalam pikiran mereka.
Apa Metode untuk Menentukan Support dan Resistance saat Berdagang?
Dilansir dari Pintu, Untuk memanfaatkan indikator support dan resistance, trader perlu terlebih dahulu memperhatikan trendline, yaitu garis miring yang menggambarkan ada tidaknya tren naik atau turun pada harga aset.
Pada grafik tersebut, garis biru menunjukkan adanya tren kenaikan, sedangkan garis horizontal berwarna merah muda menandakan level support dan resistance.