MERIAH! Lebaran di Kayuagung OKI Ada ‘Midang Bebuke’ Hingga Pelestarian Tradisi ‘Cang Incang’

Kamis 03-04-2025,09:01 WIB
Reporter : Mujianto
Editor : Mujianto

Bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya tak Benda (WBTB) oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

BACA JUGA:Gelar Open House, Rumah Pribadi Bupati Muba ‘Digeruduk’ Masyarakat

BACA JUGA:Waspada Modus Penipuan Saat Lebaran! BRI Bagikan Tips Terhindar dari Penipuan dan Kejahatan Siber

Kenalkan Sastra Tutur ‘Cang Incang’ ditengah Terpaaan Teknologi Digital

Selain ‘Midang Bebuke’ Idul Fitri kali ini juga dimeriahkan dengan perlombaan ‘Cang Incang’ yang di ikuti oleh anak muda gen Z.

Lomba ini bertujuan agar dapat menginspirasi lebih banyak anak muda OKI untuk mencintai dan mengerti nilai budaya daerah ditengah terpaan kemajuan teknologi digital.

“Saya bangga masyarakat OKI kuat menjaga tradisinya. Generasi muda harus tau dan bangga dengan budaya daerahnya ditengah kemajuan teknologi digital," ujar Gubernur Sumsel, Herman Deru.

BACA JUGA:YUHU, Klaim Saldo DANA Sekarang Cuan Rp 1500.000 Bisa Kamu Raih, Ga Percaya? Buktikan Saja!

BACA JUGA:Wako dan Wawako Serta Forkopimda Lubuk Linggau Silaturahmi ke Gubernur Sumsel

Tradisi Cang-incang adalah sastra lisan yang diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat Kayuagung, Sumatera Selatan.

Tradisi ini biasanya ditampilkan pada upacara pernikahan.

Ciri khas Cang-Incang Kayuagun mengandung kata-kata klasik dan ungkapan-ungkapan yang mencerminkan kebudayaan masyarakat setempat.

Biasanya dituturkan oleh mempelai perempuan kepada keluarganya pada saat ia akan melangsungkan acara pernikahan.

BACA JUGA:Antisipasi Potensi Bencana, Personil Sat Brimob Polda Sumsel Batalyon B Pelopor Aktifkan Posko Siaga SAR

BACA JUGA:Polres Musi Rawas Tetap Siaga di Objek Wisata Padat Pengunjung

Juga dipergunakan oleh pemuka adat dalam upacara adat perkawinan masyarakat Kayuagung.

Kategori :