4. Instansi Pemerintah dan BPOM
Bekerja di lembaga seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, atau Dinas Kesehatan daerah juga menjadi opsi yang tak kalah bergengsi.
BACA JUGA:Hangat dan Haru, Polda Sumsel Kunjungi Anggota Polri yang Sakit
BACA JUGA:Perkuat Jaring Pengaman Sosial, BRI Sukseskan Penyaluran Bantuan Subsidi Upah
Apoteker di bidang ini membantu dalam pengawasan peredaran obat, regulasi kesehatan, dan kampanye edukasi masyarakat tentang penggunaan obat yang rasional.
5. Wirausaha di Bidang Kesehatan
Bagi lulusan yang ingin membangun bisnis sendiri, membuka apotek, klinik konseling obat, atau toko alat kesehatan bisa menjadi peluang besar.
Dengan pemahaman mendalam tentang dunia farmasi, apoteker memiliki modal kuat untuk membuka usaha mandiri yang berkelanjutan, terutama di era meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan.
BACA JUGA:Gempa Magnitudo 4.1 Pagi Ini Guncang Maluku Barat Daya, Cek Kedalaman dan Episentrumnya
6. Karier di Perusahaan Asuransi atau Konsultan Kesehatan
Seiring berkembangnya industri asuransi dan konsultasi kesehatan, apoteker juga dibutuhkan untuk memberikan pertimbangan klinis terkait kebijakan obat, analisis klaim, hingga edukasi pelanggan.
Ini membuka jalur karier non-tradisional namun tetap relevan bagi lulusan farmasi.
Lulusan jurusan apoteker memiliki banyak peluang karier yang menjanjikan, baik di sektor publik maupun swasta.
BACA JUGA:TEGAS! BKN Minta Pemda Selesaikan Pengangkatan PPPK Paruh Waktu di Tahun 2025
BACA JUGA:Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Ini yang Dilakukan PHE Jambi Merang Bersama Warga
Di tahun 2025 dan seterusnya, kebutuhan akan tenaga farmasi diprediksi akan terus meningkat seiring perkembangan teknologi medis dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengobatan yang tepat.