Salah satu program yang sangat didukung oleh para alumni pesantren, menurut Herman Deru, adalah program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz.
BACA JUGA:Gubernur Sumsel H Herman Deru Hadiri Launching Koperasi Merah Putih di Musi Rawas
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Dorong Koperasi Desa jadi Motor Ekonomi Rakyat
Saat ini, jumlah rumah tahfidz di Sumsel telah melampaui angka 5.000 unit, dari total sekitar 3.500 desa dan kelurahan.
Program ini dinilai berhasil meningkatkan kualitas pendidikan agama dan mendorong prestasi Sumsel di tingkat nasional.
Dalam ajang MTQ Nasional 2022, Sumsel berhasil menembus 10 besar berkat meningkatnya jumlah qari dan qariah.
Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat.
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Ajak Persiapkan Generasi Muda Sambut Indonesia Emas 2045
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Apresiasi Kontribusi Ponpes Kiai Marogan dalam Bangun SDM Sumsel
Ia berharap peran alumni pesantren semakin kuat dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan agama di Sumsel.
Turut hadir dalam acara ini pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo, seperti Ustaz KH. Drs. Moh. Tolhah, KH. Moh. Yassin, KH. Imam Syafaat, serta Ketua Umum HKPW Pusat, H. Nur Cholis, S.Ag., M.H., dan sejumlah tokoh pesantren lainnya.