Ingat, tak semua cerita butuh solusi kadang yang dibutuhkan hanya telinga yang mau mendengar.
BACA JUGA:Peran Public Relations PHI Torehkan Prestasi di Ajang MAW Talk Awards 2025
BACA JUGA:Bocah Kedua yang Tenggelam di Sungai Ogan Palembang Akhirnya Ditemukan
2. Fokuskan Perhatianmu
Jadilah pendengar dengan kehadiran penuh.
Singkirkan ponselmu, tatap mata lawan bicara, dan perlihatkan bahasa tubuh terbuka.
Tubuhmu menghadap mereka, tangan tak menyilang, dan posisi duduk yang mendekat semuanya memberi sinyal bahwa kamu hadir sepenuhnya.
BACA JUGA:ALHAMDULILLAH! Honorer Kategori Ini Dapat Giliran Terakhir Pengangkatan PPPK Paruh Waktu
Mendengarkan dengan sungguh-sungguh adalah bentuk penghormatan. Ini bisa membuat orang lain merasa dilihat dan dihargai.
3. Tunjukkan Empati, Bukan Simpati
Empati adalah ketika kamu ikut merasakan emosi yang dirasakan orang lain, bukan sekadar merasa kasihan.
Kalimat seperti “Wajar banget kamu ngerasa begitu” atau “Aku bisa ngebayangin betapa beratnya itu” jauh lebih menenangkan dibanding ucapan, “Ya ampun, kasihan banget.
BACA JUGA:Ribuan Doa Mengalir untuk Muzakir Sai Sohar, Mantan Bupati Muara Enim yang Wafat
BACA JUGA:Fermin Lopez Berikan Alasan Mengapa Menolak Pinangan Chelsea
Empati membangun jembatan, sementara simpati kadang justru menciptakan jarak. Dengarkan dengan hati, bukan sekadar telinga.
4. Gunakan Bahasa Tubuh yang Mendukung