Bek Sayap Tottenham Jadi Pemain Muslim Pertama di Timnas Inggris

Kamis 04-09-2025,15:23 WIB
Reporter : Agus Pongki
Editor : Agus Pongki


Spence masuk sebagai pemain pengganti dalam kemenangan final Liga Europa melawan Man Utd--IG/@djedspence

Hal itu membantu Spence mengatasi “rintangan terbesar” dalam kariernya ketika manajer Tottenham, Antonio Conte, membuatnya jatuh dari puncak kemenangan playoff bersama Nottingham Forest pada 2022.

BACA JUGA:Tak Perlu Naturalisasi! Adrian Wibowo Siap Bela Timnas Indonesia, Langsung Bisa Bikin KTP

BACA JUGA:Hasil Kualifikasi Piala Asia U-23 - Timnas Indonesia Kalah dari Laos

Spurs merekrut bek sayap yang menjanjikan itu pada musim panas dari klub induk Middlesbrough dalam kesepakatan yang berpotensi mencapai £20 juta, tetapi Conte secara terbuka menolaknya sebagai rekrutan klub.

“Saya bermain sangat baik, promosi bersama Nottingham Forest,” kata Spence. "Saya sangat bersemangat, saya akan bergabung dengan Tottenham. Jadi, mendengar komentar seperti itu tidak menyenangkan. Itu sedikit menghancurkan kepercayaan diri Anda.

“Tapi, Anda tahu, saya adalah pejuang, jadi apapun yang saya lakukan, saya akan berusaha sebaik mungkin dalam segala hal yang bisa saya lakukan.”  

Spence akhirnya menghabiskan waktu dengan status pinjaman di Rennes, Leeds, dan Genoa, selalu mengingat bahwa “ketika Anda percaya pada diri sendiri dan mempercayai Tuhan, segala sesuatu akan berjalan dengan sendirinya”.

BACA JUGA:Megawati Gacor! Manisa BBSK Libas Altinordu SK 3-1

BACA JUGA:Miliano Jonathans Resmi Berstatus WNI, PSSI Gerak Cepat Urus Pemindahan Federasi

Pendekatan itu akhirnya membawa debut penuh Spurs pada Desember lalu, dua setengah tahun setelah dia bergabung, dalam musim yang terbukti menjadi titik balik yang berpuncak pada gelar Liga Europa.

Penampilan Spence sebagai pemain pengganti di final Bilbao semakin mengesankan mengingat dia memulai musim dengan tidak masuk dalam skuad fase grup Ange Postecoglou.

Djed Spence dari Tottenham Hotspur dengan trofi setelah final UEFA Europa League di Estadio de San Mames, Bilbao, Spanyol.  

“Tanpa mentalitas yang kuat, kamu tidak akan mencapai puncak,” katanya. “Saya yakin saya memiliki mentalitas yang kuat, terutama untuk menghadapi tantangan.”

BACA JUGA:Gianluigi Donnarumma Memilih Nomor 99 Pertama dalam Sejarah Premier League dan Manchester City

BACA JUGA:Bagaimana Liverpool Mengatasi Pemborosan Usai Pecahkan Rekor Belanja Pemain Fantastis?

Kategori :