Lebih lanjut, ia juga menginstruksikan agar para pejabat menunda kegiatan seremonial yang mewah dan menghindari “flexing” atau pamer kemewahan di media sosial, demi menenangkan situasi dan menjaga simpati publik.
BACA JUGA:Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Sekayu Koordinasi Penanaman Kelapa dengan Dinas TPHP Muba
BACA JUGA:Berikan Pengarahan Bagi Warga Binaan, Kalapas Sekayu Ajak Jaga Keamanan dan Ketertiban
Rakor ini juga menjadi panggung bagi pemerintah pusat untuk memaparkan strategi ambisius dalam memberantas kemiskinan.
Berdasarkan data BPS per Maret 2025, angka kemiskinan nasional berhasil ditekan menjadi 8,47 persen.
Meskipun demikian, tantangan masih besar, terutama dengan target pemerintah untuk menghapus kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen pada tahun 2026 dan menekan angka kemiskinan umum hingga 5 persen pada tahun 2029.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan data pergerakan inflasi dan dampaknya terhadap garis kemiskinan.
BACA JUGA:Pemkab Muba dan PLN Matangkan Pembangunan Jaringan Listrik Bagi 7 Desa
BACA JUGA:Bupati: Muba Milik Kita Bersama, Jaga dengan Sepenuh Hati
Ia menjelaskan bahwa fluktuasi harga komoditas pangan seperti cabai merah dan cabai rawit masih menjadi pemicu utama kenaikan inflasi di beberapa provinsi.
Oleh karena itu, sinergi antara pusat dan daerah dalam mengendalikan harga menjadi sangat vital.
Perum BULOG dalam presentasinya menjabarkan peran vital mereka dalam menjaga harga pangan tetap stabil.
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi andalan dengan target penyaluran 1,318 juta ton beras hingga akhir tahun 2025.
BACA JUGA:Bupati Muba H M Toha Tohet Sampaikan R-APBDP Tahun Anggaran 2025
BACA JUGA:Isu Gedung DPRD Muba Terbakar, Sekda: Itu Hoaks, Muba Kondusif dan Aman
Hingga 8 September 2025, realisasi penyaluran telah mencapai 331 ribu ton, menunjukkan komitmen BULOG untuk memastikan pasokan beras aman di seluruh Indonesia.