BACA JUGA:PTBA Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transformasi Digital
Perubahan ini turut mendongkrak nilai jual. Songket berbahan pewarna alami bisa mencapai Rp5 juta per setel, jauh lebih tinggi dari songket sintetis yang rata-rata dijual Rp3 juta.
Dukungan dan Penghargaan
PTBA tidak hanya membantu dari sisi produksi, tetapi juga membuka jalan pasar dengan memfasilitasi keikutsertaan SIBA Songket di berbagai pameran nasional.
Beragam pelatihan seperti manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga teknik pewarnaan alami juga diberikan.
BACA JUGA:Bukit Asam Siap Komersialisasikan Produk Hilirisasi Batu Bara Kalori Rendah dengan Merek BA Grow
Kerja keras ini membuahkan hasil.
Songket Behembang Lingge berhasil meraih penghargaan dalam ajang Bina Mitra UMKM Award 2024.
Simbol Perjuangan dan Identitas Lokal
Kini, Songket Behembang Lingge tidak hanya menjadi produk kerajinan, tetapi simbol perjuangan ibu-ibu Desa Lingga dalam meningkatkan ekonomi sekaligus melestarikan budaya.
BACA JUGA:Debut Manis! SMK Bukit Asam Sabet Juara Futsal Palembang dan Lolos ke Nasional
BACA JUGA:Bukit Asam Sosialisasikan MediaMIND 2025 di Palembang, Tampilkan Inovasi Berbasis Potensi Lokal
Yenny berharap, songket ini bisa menjadi pilihan utama masyarakat setempat, terutama untuk acara pernikahan atau kegiatan adat.
“Songket Behembang Lingge adalah kebanggaan desa kami. Harapan saya, karya ini terus hidup, dikenal luas, dan menjadi identitas masyarakat Lingga,” pungkas Yenny.