Dijelaskan Daryono, dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Leuwiliang, Pemijahan dan Kabandungan dengan Skala Intensitas III MMI.
BACA JUGA:Pagi Ini Gempa Bumi 6.0 Magnitudo Guncang Halmahera Barat, Tak Berpotensi Tsunami
BACA JUGA:Gempa Bumi 4.7 Magnitudo Guncang Papua Barat, Cek Update Pusat Gempa Regional IX Ambon
Dalam skala itu, lanjut Daryono, getaran yang ditimbulkan gempa dapat dirasakan oleh beberapa orang, sementara benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Sedangkan di Cibadak, getara gempa dirasakan dengan Skala Intensitas II-III MMI.
Pada skala itu, getaran gempoa dirasakan oleh beberapa orang, sedangkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang,
Getaran gempa juga dirasakan di Pelabuhanratu, dengan Skala Intensitas II MMI.
BACA JUGA:Gempa Bumi 4.5 Magnitudo Guncang Tual Maluku dari Kedalaman 38 Km
BACA JUGA:Pagi Ini Gempa Bumi Guncang Seram Bagian Barat Maluku, Segini Kekuatan Magnitudonya
Dalam skala itu, getaran gempa dirasakan oleh beberapa orang, sedangkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Selain itu, kata Daryono, getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
“Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan, sebagai dampak gempa bumi tersebut,” ungkap Daryono.
Gempa Susulan
BACA JUGA:Gempa Bumi Pagi Ini Beberapa Kali Guncang Enggano Bengkulu, Segini Kekuatan Magnitudonya
BACA JUGA:Gempa Bumi Guncang Manokwari Selatan Papua Barat, Segini Kekuatannya
Sementara pasca gempa bumi tektonik 4.0 Magnitudo yang terjadi di Sukabumi, lanjut Daryono, hingga pukul 06.00 WIB terjadi setidaknya 29 kali gempaa susulan.
“Gempa susukan tersebut berkekuatan paling besar 3.8 Magnitudo, sedangkan yang terkecil 1.9 Magnitudo.