Pemerintah juga menyalurkan 20.177 ton pupuk serta menyerahkan 1.396 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) langsung kepada petani.
Upaya ini membuahkan hasil, dimana produksi gabah kering meningkat signifikan, dari 469.536 ton pada tahun sebelumnya menjadi 538.321 ton tahun ini.
OKI juga mencatat surplus beras mencapai 257.145 ton.
“Petani adalah tulang punggung daerah. Kenaikan produksi ini bukan kerja pemerintah semata.
BACA JUGA:Jurgen Klopp: Liverpool Tidak Perlu Khawatir dengan Performa Florian Wirtz
Namun hasil kerja kolektif petani, penyuluh, dan seluruh ekosistem pertanian yang kami fasilitasi,” kata Muchendi.
Peremajaan Sawit dan Pendidikan Anak Pekebun
Sektor perkebunan rakyat juga tak luput dari perhatian.
Hingga 2025, seluas 36.674 hektare sawit rakyat telah diremajakan.
Sebanyak 2.697 pekebun menerima bantuan sarana dan prasarana, sementara 72 pelajar dari keluarga pekebun mendapatkan beasiswa SDM Kelapa Sawit.
“Petani sawit bukan hanya butuh bibit dan pupuk, tapi kepastian untuk terus berkembang.
Dan salah satu jalannya adalah lewat pendidikan bagi anak-anak mereka,” ujar Muchendi.
Kurangi Kemiskinan, Buka Lapangan Kerja
BACA JUGA:Alhamdulillah! PPPK Paruh Waktu Bakal Terima Gaji dan Tunjangan, Berikut Penjelasannya