Akibat pernyataannya itu, karier Mees Hilgers di FC Twente digantung oleh Joseph Oosting yang menjadi pelatih saat itu.
BACA JUGA:HEBOH! Louis van Gaal Bakal Gantikan Kluivert Latih Timnas Indonesia? Ini Faktanya!
BACA JUGA:Rumor Transfer: Gelandang Timnas Indonesia Joey Pelupessy Jadi ‘Rebutan’ Persija dan Persib?
Ternyata keputusan Joseph Oosting ‘melenyapkan’ nama Mees Hilgers di line up FC Twente bukan keputusan yang tepat.
Pasalnya sejak Mees Hilgers hanya ‘duduk manis’ di tribun penonton dalam empat laga awal Liga Belanda Eredivisie 2025/2026, FC Twente tak pernah menang.
Wajar saja, karena sebelum terlibat konflik dengan Joseph Oosting, Mees Hilgers merupakan andalan di barisan pertahanan FC Twente.
Sementara Stav Lemkin yang didatangkan Joseph Oosting dari Shakhtar Donetsk sebagai pengganti, belum mampu menunjukkan peforma yang bisa menyamai, atau bahkan melebihi Mees Hilgers.
BACA JUGA:Pemain Buangan Manchester United Hentikan Langkah Timnas Indonesia
Kondisi tersebut tentu saja membuat Manajemen FC Twente tak nyaman, yang akhirnya memutuskan memecat Joseph Oosting.
Pemecatan Joseph Oosting seharusnya bisa mempermudah jalan Mees Hilgers.
Namun kenyataannya malah semakin runyam.
Pasalnya, di saat Mees Hilgers tak kunjung mendapatkan klub anyar yang bisa memberi kompensasi kepindahannya, manajemen Twette malah ‘menyandera’ Mess Hilgers dengan tidak memainkannya hingga saat ini.
BACA JUGA:Timnas Indonesia Dikalahkan Arab Saudi, Erick Thohir Bilang Begini!
BACA JUGA:Calvin Verdonk Dicoret Jelang Laga Timnas vs Arab Saudi? Ini Faktanya
Direktur Teknik FC Twente, Jan Streuer, meminta agar pelatih anyar FC Twente, John Van Den Brom untuk ‘membekukan’ sementara Mees Hilgers.