“Selama kurang lebih 25 hari, banyak pegawai kami yang secara fisik dan emosional terputus dari orang tua, keluarga, kerabat, serta para stakeholder Bea Cukai di Bener Meriah dan Takengon.
Ketika akses mulai terbuka, penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian institusi sekaligus ikhtiar kemanusiaan dari para pegawai,” ujar Vicky.
Berhasil Salurkan Bantuan
Ia menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil solidaritas dan kepedulian pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan, yang diarahkan untuk membantu warga bertahan di tengah fase tanggap darurat lanjutan dan awal pemulihan pasca bencana.
BACA JUGA:Gelar Operasi Pasar Pasca Bencana, Pertamina Salurkan Lebih 20 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Aceh
BACA JUGA:Pasokan BBM di Aceh Terjaga, BPH Migas Tinjau Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya
Menurutnya, keterbatasan akses selama hampir satu bulan turut berdampak pada distribusi logistik, aktivitas ekonomi, dan hubungan sosial masyarakat.
Pesan Penting Hadirnya Negara
Oleh karena itu, kehadiran langsung relawan di lokasi menjadi pesan penting bahwa negara dan institusi tetap hadir, meski dengan segala keterbatasan.
“Perjalanan ini mengajarkan kami bahwa di balik tugas kedinasan, ada nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga.
BACA JUGA:Pasokan LPG Aceh Terjamin, Pertamina Patra Niaga Tambah 6 Mobil Tangki Kapasitas 90 MT
Apa yang kami salurkan mungkin tidak sebanding dengan kebutuhan di lapangan, tetapi setidaknya menjadi penguat bagi keluarga, masyarakat, dan para mitra kerja yang selama ini berkontribusi bersama Bea Cukai,” tambahnya.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga terdampak, sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan sosial dan psikologis masyarakat di dua kabupaten tersebut yang sempat terisolasi akibat bencana. ***