TERUNGKAP! Ini Alasan Kursi Kepala Sekolah Sepi Peminat

Minggu 28-12-2025,16:27 WIB
Reporter : Mujianto
Editor : Mujianto

PALPRES.COM - Menjadi Kepala Sekolah dulu adalah impian banyak guru lantaran dianggap sebagai puncak karier yang prestisius.

Akan tetapi, kenyataan tersebut kini justru berbalik 180 derajat.

Ribuan kursi pimpinan sekolah dibiarkan kosong melompong lantaran banyak guru yang mendadak 'alergi' naik jabatan.

Pasalnya, mereka ogah ribet dengan urusan administrasi dan beban moral yang selangit.

BACA JUGA:PPPK Paruh Waktu Harus Lewati Tahapan Ini untuk Diangkat Penuh Waktu

BACA JUGA:Mau Mudik Lewat JTTS? Cek Panduan Trans Sumatera Guide Book, Dijamin Liburan Anti Ribet

Berdasarkan data Kemendikdasmen, terungkap fakta pahit yakni ada 40.072 jabatan kepala sekolah yang hingga kini tak bertuan.

Di Jawa Barat saja, butuh hampir 7.500 pimpinan baru, namun peminatnya tak sebanding dengan kebutuhan.

Fenomena guru yang lebih memilih 'aman' di dalam kelas daripada pusing memikirkan manajemen sekolah kini menjadi tantangan besar bagi pemerintah.

Dirjen GTK Nunuk Suryani mengingatkan bahwa sekolah tanpa pimpinan visioner akan kehilangan arah.

BACA JUGA:Review Pertandingan Nottingham Forest Dikalahkan Manchester City Rayan Cherki Bersinar di City Ground

BACA JUGA:Pemkab OKI Gelar Apel Gabungan, Tingkatkan Disiplin ASN dan Siaga Bencana

Bagi guru di akar rumput, tanggung jawab menjadi 'pemimpin pembelajaran strategis' seringkali terdengar seperti beban tambahan yang melelahkan di tengah tsunami digital yang tak terbendung.

Pemerintah kini harus bekerja ekstra keras meyakinkan para guru bahwa menjadi kepala sekolah bukan sekadar menjadi pesuruh administrasi.

Tanpa adanya minat dari para guru terbaik, masa depan kualitas pendidikan di puluhan ribu sekolah kini berada di ujung tanduk.

Kategori :