Unit hunian, kawasan huntara juga dilengkapi fasilitas pendukung untuk aktivitas harian warga, termasuk fasilitas sanitasi/toilet, dapur umum, ketersediaan air bersih, konektivitas internet, dan mushola, serta prasarana akses internal di kawasan huntara.
Fasilitas komunal ini penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, memastikan kebutuhan ibadah dan memasak tetap terpenuhi, serta membantu penataan aktivitas warga di area transisi.
BACA JUGA:Gelar Operasi Pasar Pasca Bencana, Pertamina Salurkan Lebih 20 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Aceh
BACA JUGA:Pasokan BBM di Aceh Terjaga, BPH Migas Tinjau Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya
Huntara diharapkan mampu memberikan hunian yang layak bagi masyarakat terdampak bencana sebagai wujud kehadiran negara.
Hutama Karya berkolaborasi dengan beberapa BUMN Karya mewujudkan huntara dengan konsep pembangunan berkonsep modular, untuk memastikan kecepatan konstruksi yang sesuai dengan rencana dan kualitas hunian yang layak.
Bagian Pembangunan Negara
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menyatakan Hutama Karya senantiasa siap dan sedia hadir untuk menjadi bagian dari pembangunan negara.
BACA JUGA:Pasokan LPG Aceh Terjamin, Pertamina Patra Niaga Tambah 6 Mobil Tangki Kapasitas 90 MT
“Kami dengan semangat bersama seluruh sumber daya yang kami miliki, optimis dapat bersinergi bersama melayani dengan memberikan kontribusi terbaik.
Kami yakin, Huntara dapat hadir untuk memulihkan kehidupan yang lebih layak bagi warga yang terdampak,” jelasnya.
Dukungan Hutama Karya merupakan bagian dari kolaborasi lintas pihak dalam transisi penanganan bencana dari fase darurat menuju pemulihan yang lebih terstruktur, termasuk pemulihan layanan dasar agar aktivitas warga berangsur pulih.
Kolaborasi ini berjalan melalui koordinasi dengan Danantara, BP BUMN serta keterlibatan BUMN lainnya dalam program pembangunan huntara di Aceh Tamiang.
BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Pemda Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg di Aceh
BACA JUGA:Hari Ketiga Relawan Bea Cukai Aceh Turun Salurkan Bantuan, Ini Lokasi Tujuannya
Kehadiran Presiden RI Prabowo dalam peninjauan tersebut diharapkan agar sinergi dan kolaborasi semua pihak semakin solid, sehingga pembangunan huntara berjalan sesuai kebutuhan pemulihan dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat terdampak. ***