“Program Hutan Lestari menjadi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang kami rancang sebagai upaya pengelolaan hutan dengan tujuan untuk menurunkan emisi karbon, meningkatkan keterampilan dan ekonomi masyarakat serta mitigasi bencana. Harapannya kerja sama ini mampu memperluas cakupan wilayah sekaligus kebermanfaatannya,” ungkap Rudi.
BACA JUGA:Pertamina Fasilitasi 5.888 Sertifikasi UMKM Mitra Binaan Sepanjang 2025
BACA JUGA:Distribusi BBM dan LPG Aman Terkendali, Pertamina Patra Niaga Umumkan Capaian Positif Masa Nataru
Rudi juga menambahkan saat ini Pertamina menaruh perhatian besar terhadap isu kebencanaan yang saat ini terjadi.
“Kami harap sinergi ini juga mampu mendorong pemulihan lahan-lahan kritis yang sejalan dengan komitmen pemerintah untuk merehabilitasi lahan kritis dengan luasan 12,7 juta hektare sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana,” tambahnya.
Lewat kerja sama ini, Pertamina Foundation sebagai pelaksana program akan melakukan pengelolaan KHDTK yang tidak hanya berhenti pada kegiatan penanaman pohon tetapi juga memiliki korelasi langsung dengan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kami akan mendukung implementasi kegiatan-kegiatan di lokasi yang telah disediakan oleh BP2SDM berupa rehabilitasi lahan kritis, penguatan kapasitas masyarakat sekitar hutan, serta integrasi ketahanan pangan dan energi berbasis kehutanan," ucap Gusman
BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Bangun Sekolah dan Pesantren Sementara di Pidie Jaya
BACA JUGA:Pertamina Sediakan Air Bersih dan Posko Medis untuk Penyintas Bencana Aceh Tamiang
Kerja sama ini selaras dengan tujuan Asta Cita Pemerintah dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Khususnya berlandaskan pada pembangunan manusia, penguatan ekonomi berkelanjutan, serta pelestarian lingkungan hidup.