Platform ini memperkuat kapasitas UMKM dengan strategi berbasis data dan teknologi, termasuk fitur Self Assessment Naik Kelas untuk memetakan posisi usaha dan mengarahkan rekomendasi pelatihan yang relevan.
Selain penguatan kapasitas, LinkUMKM menyediakan akses pendampingan dan perluasan pasar melalui UMKM Smart, Coaching Clinic, Etalase Digital, Komunitas, serta kanal Media.
BACA JUGA:Cuan Awal Tahun, Pemegang Saham BBRI Terima Dividen Interim Rp20,6 Triliun pada 15 Januari 2026
BACA JUGA:Persiapan Pensiun Jadi Lebih Mudah dengan One Stop Pension Solution DPLK BRI di BRImo
Didukung lebih dari 690 modul pelatihan daring dan luring serta terhubung dengan jaringan Rumah BUMN, LinkUMKM mendorong pengembangan UMKM secara menyeluruh.
Melalui ekosistem tersebut, pelaku usaha memperoleh rujukan pembelajaran yang dapat diterapkan pada kebutuhan usaha sehari-hari.
Natalia pertama kali mengenal LinkUMKM BRI saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Jakarta.
Dari kegiatan tersebut, ia mulai memanfaatkan modul pembelajaran, khususnya terkait manajemen pemasaran, untuk diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
BACA JUGA:Turut Didukung BRI, Danantara Serahterimakan Huntara bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Jakarta.
Saat itu, ada sesi sosialisasi tentang platform LinkUMKM yang membantu pelaku usaha untuk belajar dan mengembangkan bisnis.
Dari sana saya mulai tertarik untuk bergabung dan saya lebih menyempatkan diri untuk membaca modul-modul pembelajaran di LinkUMKM,” ungkap Natalia.
Penjualan NM Kitchen dijalankan secara online melalui WhatsApp dan Instagram untuk menerima pesanan dan berkomunikasi langsung dengan pelanggan.
BACA JUGA:Merintis dari Rumah, UMKM Bumbu Kemasan Ini Ubah Kesulitan Jadi Peluang Berkat Pemberdayaan BRI