"Dan juga kita ingin menjadi pusat persemaian kader Muhammadiyah dalam bidang pelayanan, pendidikan dan penelitian kesehatan," ungkapnya.
BACA JUGA:Alhamdulillah! Tak Lagi Gusar Angkut Padi, Warga Beringin Jaya Lahat Kini Punya Akses Jalan Mulus
BACA JUGA:Daun Salam: Bumbu Murah dengan Khasiat Mahal, Ini Fakta yang Jarang Diungkap
Sementara itu, Kepala Dinkes Sumsel, dr. Trisnawarman, M.kes., Sp. KKLP., Supsp. FOMC mengatakan, bahwa RSMP memiliki rata-rata kompetensi Madya dengan mencapai 90 persen.
"Kita harapkan kedepannya RSMP ini memiliki kompetensi utama, karena sekarang ini berdasarkan pelayanan bukan hanya rumah sakit," akunya.
Untuk RSMP sendiri dipastikan siap dan bisa ditingkatkan oleh jajaran dari RSMP, sedangkan rumah sakit dengan kompetensi utama itu Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) dan RS Siti Fatimah.
Bahkan ada juga beberapa rumah sakit lainnya di Palembang seperti RS Charitas Palembang memiliki kompetensi utama, hal ini berdasarkan pelayanannya.
BACA JUGA:6 Manfaat Ngopi yang Jarang Disadari, Kecil di Cangkir Besar Dampaknya
BACA JUGA:Ingin Diet Sehat? 5 Sayuran Ini Wajib Kamu Konsumsi
"Kita harapkan rumah sakit lainnya agar memiliki kompetensi dan melakukan update data, dan lainnya. Hal ini masih banyaknya rumah sakit sedikit yang melakukan update data sehingga terlihat sedikit rumah sakit yang memiliki kompetensi," ungkapnya.
Sedangkan, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumsel, Edy Surlis, S.Komp., AAK menerangkan, bahwa untuk persiapan ruang KRIS untuk RSMP sangat siap.
"Kita sudah mendatangi RSMP dan RS Hermina di Banyuasin, kita melihat untuk ruang KRIS hanya RSMP yang sangat siap tentang hal itu," bebernya.
Untuk himbauannya untuk rumah sakit swasta menyiapkan 40 persen ketersediaan tempat tidur sehingga bisa melayani masyarakat untuk ruang KRIS yang merupakan program pemerintah.
BACA JUGA:Jangan Remehkan Tebu! Tanaman Manis Ini Menyimpan Manfaat Besar bagi Tubuh dan Lingkungan
BACA JUGA:Mengapa Ikan Betok Sering Cacingan? Bahaya Tersembunyi di Balik Gurihnya Daging Betok
Sedangkan untuk rumah sakit milik Pemerintah mencapai angka 60 persen dari ketersediaan tempat tidur untuk penyediaan ruang KRIS ini.