Rusia menyerukan penghentian segera pertempuran dan mendesak semua pihak untuk kembali ke pembicaraan diplomatik.
BACA JUGA:Tak Perlu Jauh ke Kota! Warga Sumber Karya Kini Punya Pusat Kuliner Ramadan Sendiri
BACA JUGA:Waspada Penipuan Modus AI! Polda Sumsel dan OJK Kompak Tabuh Genderang Perang Lawan Scam
Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam keterangan persnya di laman X @Kemlu RI, menyatakan penyelasannya atas gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.
Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.
Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara, serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.
Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi.
BACA JUGA:300 WNI Kelompok Rentan Berhasil Dipulangkan Kemlu dari Malaysia, Ini Rinciannya
BACA JUGA:Gempa Magnitudo 7,2 Guncang Kinabalu Malaysia, Getaran Dirasakan hingga Indonesia
Peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia.
WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.